Cast : Sehun ,
Minji (OC)
Rating : T
Genre : AU
,Romance (?)
Length : Drabble
(A/N) : Holla !! Gue kembali dengan
hanya membawa sebuah drabble mungkin . Read it and comment please,
my lovely reader . NO SIDER PLEASE
I must be the most abnormal living thing because i have fallen really
deep for you..
Sehun menyesal.
Benar - benar menyesal.
Menyesal akan keputusannya pagi ini.
Ia berlari keluar dari rumahnya seakan - akan terjadi gempa
yang akan meremukkan tubuh kurusnya menjadi kepingan - kepingan tulang tak
berbentuk dengan darah yang mengalir di sekitarnya (Okay, hal itu menjijikkan) . Ia ingat langsung meloncat dari atas
kasurnya yang empuk masih memakai piyama dengan corak rusa cokelat sesaat
setelah sahabatnya garis miring orang
yang dicint- disukainya (menurut Sehun kosakata cinta hanya untuk manusia
berumur di atas 25 tahun dan ia baru saja kuliah 6 bulan lalu,umurnya masih 19)
meneleponnya dengan suara parau seperti habis menangis.
Demi boneka panda Tao !
Saat matahari bahkan belum
menunjukkan sinarnya Ia berlari sepanjang dua blok dengan kecepatan tornado
merubuhkan rumah seseorang.
Demi eyeliner Baekhyun yang tebal !
Ia benar - benar
menyesal memanjat tanaman rambat rumah sahabat garis miring orang yang
disukainya pukul 6 pagi hanya untuk mendengar keluh kesah sahabat garis mir- sebut saja Minji tentang
mantan pacarnya . Ia kira Minji terharu dan baru sadar kalau Sehun menyukainya
selama ini.
"Oh ! Sehun , Aku bersyukur Kau datang juga ! Duduklah
dimanapun kau mau duduk . Aku benar - benar butuh seseorang untuk
mendengarkanku bicara "
"Minji , Apa ada tornado lokal terjadi di dalam kamarmu
? " Sehun menjawab sambil duduk di atas sofa -yang sekarang tidak berwujud
seperti sofa- dan menyingkirkan beberapa-coret- setumpuk baju atau celana yang
ada di atasnya. Dia berjengit saat merasakan sesuatu yang berbulu-boneka beruang Minji-di bawah kakinya.
"Tidak . Kalau memang terjadi tornado lokal , pasti kau
sudah melihatnya di breaking news pagi
ini dan kau tidak akan bisa masuk ke kamarku karena akan banyak reporter dan
papparazi di gerbang depan rumahku ." Minji menjawab seakan - akan itu
adalah hal normal yang sudah sering terjadi di rumahnya.
"Jadi , apa yang mau kau ceritakan ? Apa Kakakmu
mendadak terkena serangan jantung lalu mati ?" Sehun bertanya setelah
terpukau cukup lama akan jawaban gadis itu.
"Well, Aku
memang berharap itu terjadi , tapi sayangnya tidak .Ini hal yang lebih
fantastis . Hal itu menyebabkan aku mengamuk dan melempar semua baju dari dalam
lemariku ke luar . Kau tau , Aku berteriak sambil mengumpat sepanjang malam
sampai - sampai Kakakku mengunciku di dalam kamar . Kau lihat sendiri "
Minji berkata dengan santainya sambil mengambil sisir di balik tumpukan boneka
di atas kasurnya yang sudah kehilangan seprei . Seprei itu sendiri sekarang
harus puas menggantung di besi gorden kamar Minji.
Sehun tidak tau apa yang membuatnya benar - benar jatuh
dalam pesona gadis ini . Maksudku , jika kau orang normal kau pasti tau betapa
gilanya Minji bukan ?
"O-Okay , jadi
apa hal yang fantastis itu ? " Sehun bertanya tidak sabaran. Dia tidak bangun pukul 6 pagi hanya untuk mendengarkan cerita Minji tentang insiden dikurungnya Ia dalam kamarnya.
"Kemarin , Aku bertemu Jongin di kafe dekat kampus .
Dia tampaknya sedang berkencan . Ada seorang gadis dengan tubuh tinggi bak model
tersenyum manis di depannya ." Minji mulai menyisir rambutnya.
"Lalu ? Kau diam saja kan ? " Sehun tau,Minji
tidak mungkin diam saja melihat hal itu . Dia benar -benar dendam pada pria
bernama Jongin ini . Baru 5 bulan mereka putus . Dan seingat Sehun , bulan
kemarin pria itu masih memohon - mohon pada Minji untuk menerimanya kembali.
"Sehun ! Kau seperti tidak mengenalku saja sih ! Tentu
saja Aku melakukan sesuatu padanya ."
Kau dengar sendiri.
"Apa yang Kau lakukan padanya ? "
Di pikiran Sehun
, Minji menendang Jongin sampai mati lalu menjambak rambut gadis tinggi itu
sambil menyeretnya keluar kafe .Dengan bunyi sirine polisi sebagai latar
belakangnya . Benar - benar keren .
Sepertinya , Sehun juga bukan orang yang normal.
"Aku pura - pura tersandung dan menumpahkan kopiku ke
kemejanya . Lalu , Aku minta maaf dan berusaha membersihkannya (Minji membuat
gestur ingin muntah seakan - akan hal yang dilakukannya benar - benar
menjijikkan) Tapi dia menarik tanganku dan berkata tidak usah minta maaf nona manis . Aku yang salah karena kursiku
menghalangi jalanmu Aku minta maaf .."
Belum selesai Minji bercerita , Sehun langsung menyelanya
"Tunggu !! Jadi cuma itu yang kau lakukan ? Aku jadi
menyesal datang kesini . Kupikir Kau membanting Jongin dan menendangnya sampai
muntah darah lalu mati"
Sehun ternyata juga abnormal. Tidak diragukan lagi
"Sehun ! Jangan memotong ceritaku ! Kau hanya boleh
bicara setelah kuberi kesempatan bicara ! "
"Tapi ! Ugh..Baiklah
. " Sehun memasang pokerface andalannya
lagi .Ia mulai tertarik pada cerita Minji .
"Aku pakai saja kesempatan itu untuk menyindirnya kenapa tidak dari dulu kau minta maaf ha ?
kau tidak pernah minta maaf padaku sebelumnya . Kau punya banyak kesalahan
padaku di masa lalu . Kau sering mengacuhkanku dan membalas pesanku pendek - pendek Kau tau apa
jawabannya ? Dia bilang Oh benarkah ?
Memang apa kesalahanku ? Harusnya sebelum berkata seperti itu kau renungkan
dulu kesalahanmu sendiri dan untuk mengingatkanmu, kau juga tidak pernah minta
maaf padaku sementara kesalahanmu itu banyak ."
Minji berhenti sebentar saat bagian bawah rambut sebahunya
kusut dan sulit disisir .
"Aku benar - benar ingin menjambak rambut sesorang saat
itu . Tapi..Kau tau aku sangat pandai mengontrol emosiku di depan orang lain .
Jadi Aku bilang saja Baiklah , aku mengalah pada bocah ingusan
sepertimu . Aku tidak mau memperpanjang masalah . Aku minta maaf. Kata - kata yang keluar dari mulut jerk itu setelahnya benar - benar
membuatku emosi . "
"Apa yang dikatakannya ? Dia balik mengejekmu bocah
ingusan ? "
Ini semakin menarik , pikir Sehun . Ia mulai mencondongkan
badannya ke arah Minji yang duduk di ujung tempat tidur.
"Dia bilang Bukannya
kau yang seperti anak sekolah dasar ingusan ? Badan pendekmu itu bahkan akan membuatmu
tenggelam di kolam renang khusus anak - anak.. Ugh..sebentar..sisir ini menyangkut dirambutku . "
Setelah
perjuangan yang sia - sia , Minji menyerah menyisir rambutnya dan membiarkan
sisirnya menyangkut di tengah - tengah rambut . Sehun heran apa yang dilakukan
Minji sampai - sampai rambutnya kusut seperti benang jahit ibunya .
"Wah ! Mulut orang itu benar - benar kasar . Kau mau
aku menghajarnya ? Apa yang salah dengan tinggi badanmu ? Kau mungil dan itu
membuat orang nyaman memelukmu. Laki - laki suka itu Min "
Sehun berusaha
menyenangkan hati Minji . Tapi Dia jujur kok , dia suka tubuh mungil Minji.
"Berhenti bicara seperti itu Hun ! Kau terdengar
seperti Om - om pervert . Apa kau
tidak penasaran kelanjutannya ? "
"Aku kan bicara fakta Min . Ya sudah , lanjutkan
ceritamu "
"Lanjutannya...Dia tetap saja mengoceh seperti itu .
Saat dia mengatakan Aku wanita yang urakan, Aku menyiramnya dengan es krim
pacarnya . Enak saja dia berkata seperti itu . Kakakku saja tidak pernah mengataiku urakan .Gadis itu melotot padaku tapi aku melotot balik padanya dan dia
langsung mengkerut ketakutan di kursinya . Seharusnya Kau ada di sampingku Hun
. Ekspresi gadis itu benar - benar lucu . Sesampainya di rumah Aku mengamuk dan
menghancurkan kamarku . The End
" Minji bercerita diselingi tawa mengejek .
"Jadi , Kau sudah selesai bercerita, Minji ? Aku lapar
. Sekarang sudah waktunya sarapan ." Sehun agak kecewa dengan akhir
ceritanya.
"Tunggu Hun , sebelum Aku melepaskanmu . Aku mau
bertanya padamu . Ini serius .Apa benar Aku seburuk itu ? Pendek dan urakan ?
" Minji bertanya sambil memiringkan kepalanya-dengan sisir yang menyangkut
indah dirambutnya. Matanya menatap langsung iris cokelat Sehun.
Dipandangi seperti itu muka Sehun jadi memerah .Minji benar
- benar imut saat itu kecuali dengan keberadaan sisir di rambutnya .
"Sehun ? Apa Kau demam ? Pipimu memerah...Atau jangan -
jangan Aku memang seburuk itu ya ?" Minji meraba dahi Sehun sambil
mengerutkan kening.
"Tidak Minji . Aku baik - baik saja .Kau itu sangat
cantik Minji,Kau tidak perlu memikirkan ocehan pria kasar seperti Jongin . Dia
hanya kesal karena pacar barunya tidak sebaik dirimu . Mungkin kau memang
sedikit urakan ,tapi itu dia daya tarikmu Min . Dengan gaya urakan dan cuek mu
itulah Laki - laki jatuh padamu . Dengan itulah Aku jatuh cinta padamu Min....
Dan masalah tinggi badan..Kau tidak usah khawatir , Aku benar benar suka dengan
wanita mungil sepertimu . Jongin itu hanya kelompok minoritas yang suka gadis
dengan badan menjulang tinggi seperti jerapah . Kau harus tau Aku selalu ada di
sampingmu . Aku menerimamu apa adanya . I'm
head over heels for you , Minji ."
Hening..
1 detik
2 detik
3 det-
"Sehun , Kau harus segera pulang . Sepertinya Kau benar
- benar demam " Minji menjawab dengan semburat merah muda di pipinya.
Penyebabnya..
well , who knows..
The End
(A/N) Endingnya bikin gue malu >.< Cuma gue aja atau emang gaya menulis gue
berubah ? Mohon dijawab . Sekali lagi KOMENTARNYA JANGAN LUPA READER ! NO SIDER
JUSEYO !! Sampai jumpa di ff gue yang selanjutnya \(^0^)/
huahahaha LOOOOL!!! it bagian sisir nyangkut sumpah ya ampun ngakak banget XD
BalasHapusnyengir" sendiri baca ni ff sambil bayangin tokohnya dituker sama *peep* (you know lah)
jadi ini pelampiasannya thor? wkwkwk keren! kalo gitu sering" aja berantem sama *peep* itu, menghibur banget sumpah *peace ( 'w')v
gaya tulisan berubah? not really
and btw, that last sentence's remind me of someone *evil smirk* wkwk
Dira....terimakasih sudah mengomentari..dan komentarnya panjang..dan komentarnya membuat aku terharu T.T you're the best lah d(^0^)b
BalasHapusiya,ini pelampiasannya dan author berharap si *peep* bakalan baca ini :D mudah-mudahan dia nyangsang kesini dan baca ffnya
huuusshh..jangan bongkar aib dong ;p dan kalimat terakhir itu kan kata-kata yang umum,right ?
well well well akirnya gue bisa juga duduk betah buat baca ff romance. wkwkwkwk bagus bagus (y) bikin ngakak.
BalasHapusgaya tulisan? hmm iya berubah. keseringan baca ff di hanguk nih authornya. tapi berubahnya jadi bagus kok tenang aja. bagus bagus (y)
ohya. aku serasa jadi sehum karena yng kamu curhatin sampe rengah malem itu aku wkwkwk== dan ya, bener kata dira, sering sring aja berantem sama dia biar dapet ilham buat bikin ff. wkwkwk. kenapa yng bagian tinggi sekerek itu ga dimasukin wkwkwkwkwkwk xDDD
yasudah. cipok basah dari abang jaenimmu ini. mwah dadaah~~~
Hua..terimakasih kunjungan dan komennya hyung :*
HapusKenapa banyak yang nyuruh author berantem terus sih..nggak boleh,nanti author dosa hyung..Hyung mengajarkan maknae pada kesesatan nih*plak..
Ya kan hyung,berasa soalnya "kok gaya tulisan berubah ya ?"
oh iya,bukannya hyung juga curhat sampe tengah malem(membuka aib) ? :p makasih sekali lagi atas komentarnya yang menyenangkan hyung sayang :* :*
Akhirnya aku bisa baca ff mu thor~~~~
BalasHapusOverall, nice!!!!
gaya bahasa author sudah banyak berubah, makin bagus!! (Y) kayak nya udah tambah rajin cari referensi nih, perkembangannya keliatan kali!! eciiieee
Lagi, pemilihan kata-kata nya, suka suka. Mudah dipahami, ringan dan lucu juga tapi gak ngasal. Seruju tuh sama komen jaenim-ssi, kebanyakan baca di hanggukffindo nih, jd kebawa2 gt bahasanya wkwkwk
ide ceritanya juga bagus nih, meskipun drabble tapi point nya dapet kok. suka suka!! malu sama ending nya? bagus kok, sweet sweet gimana gitu LOL
eh itu sehun masih pake piyama? ampun deeeeh!! blm gosok gigi pasti, iiisss jorok!! *peace
OC nya minji? hmmm.....minji yg itu kah? haha *peace lagi
Oh author sekarang udah kelas 3 ya, sibuk dong?? Semangat ya thoooor~~~
Tapi thor, kalau ada waktu senggang bikin ff yang genre fiction (ringan) or romance angst, ngeliat dari ff ini, dua genre itu bakalan cocok deh kek nya. sekali lagi bahasa author-nim nya udh berkembang banyak, bagus. GOOD JOB!!!!
KEEP WRITING ya thor!!! next ff nya ditunggu