Kamis, 26 Desember 2013

Vice Versa




    



Cast     : Suho EXO , OC
Rating  : Teen
Genre  : Romance , Sad
Length : Oneshoot



Author's Note  : Hola !! Ini ff pertama gue. Mudah - mudahan readers semua suka ya :). Maaf kalau judulnya nggak nyambung sama isi . Oh , iya.. ff ini terinspirasi dari lagu Exo yang It's My Turn To Cry . Ide dari cerita ini murni dari gue . gue minta bantuan readers semua,karena gue hanyalah seorang author baru . Jangan lupa kasih KOMENTARnya ya readers . Daripada banyak pembukaannya (Emang banyak kali !!) mendingan langsung baca deh ceritanya ..wkwkwkwk :-) # Teleportasi bareng Kai

***
Suho PoV
            Aku berlari dengan napas terengah - engah ke rumahmu . Aku heran , jarak diantara rumah kita hanya satu blok . Tapi , Kenapa rasanya aku sudah berlari sangat lama. Sesampainya di depan rumahmu yang Aku lakukan adalah berlari masuk kedalamnya . Kulihat Kau menangis di balik sofa ruang tamu . Apa Kau tau , hatiku selalu sakit saat melihatmu menangis . Saat Aku hendak melangkah ketempatmu , sayup - sayup Aku mendengar alarm jam ku berbunyi .
***
           
Seoul , 15 Desember 2013
            Kenapa Aku selalu memimpikan hal yang sama berulang - ulang ? Apa Kau sedang menangis ? Setiap memimpikan hal itu hatiku sangat sakit . Air mata sudah menumpuk di pelupuk mataku . Sebisa mungkin Aku menahannya agar tidak jatuh . Aku langsung duduk di samping tempat tidurku . Sekarang masih pukul 5 pagi . Lagipula , sekarang hari minggu jadi Aku tidak perlu tergesa - gesa pergi ke kampus . Rasanya , Aku ingin menulis surat untukmu . Jadi disinilah Aku , membuka buku catatan Ekologi ku , merobek bagian tengahnya dan mengambil pena di atas meja belajarku .

"Hai..bagaimana kabarmu ? Apa Kau baik - baik saja ? Aku rindu padamu . Aku ingin bertemu denganmu..Tapi , Kau tau kan..sekarang masa - masa yang kritis . Bulan depan Aku harus menyelesaikan skripsiku . Aku janji saat Aku punya waktu senggang , Aku akan pergi ke rumahmu .Selama ini Kau tidak menangis bukan ? Aku khawatir kalau kau menangis . Maafkan Aku , karena terlalu sibuk . "

Aku berhenti sebentar . Ingatanku kembali ke 5 tahun yang lalu . Saat itu Kau dan Aku masih duduk di kelas 3 SMA . Kau datang ke rumahku sambil menangis tersedu - sedu ."Suho , Ayah dan Ibuku . Mereka bercerai " Kau berkata padaku disela- sela tangisanmu . Apalagi yang bisa kulakukan ? Aku hanya bisa meminjamkan bahuku dan mengusap - usap kepalamu  agar Kau bisa lebih tenang . Satu minggu kemudian Kau bilang kalau hakim memutuskan Kau tinggal dengan Ayahmu . Aku tau , Ayahmu adalah orang yang paling Kau sayangi . Hari itu Kau tersenyum sangat manis .

            Di hari kelulusan ,Kau menangis lagi.  Kau berkata padaku . "Suho , Aku pikir , Aku tidak akan masuk ke universitas yang sama denganmu . Ayahku sakit . " Air matamu mulai mengalir lagi di pipimu yang putih itu . Kau melanjutkan "Aku akan mencari pekerjaan . Ayahku butuh biaya untuk berobat . " Saat itu tangismu mulai pecah . Aku langsung memelukmu . Membiarkan seragamku basah oleh air matamu .
***
                Selesai menulis surat untukmu , Aku mencari amplop di dalam laci meja belajarku . Saat itu Aku menemukan foto kita berdua yang warnanya mulai kusam . Di foto itu , Kau tersenyum bahagia , dengan pipi yang bersemu merah . Kau terlihat sangat cantik . Aku ingat kapan kita mengambil foto itu

Seoul , 15 Juni 2008
            Saat itu , dosenku tidak hadir . Jadi Aku memutuskan untuk mengajakmu makan siang bersama . Sambil memegang bunga tulip kesukaanmu , Aku berjalan menuju coffeshop tempat Kau bekerja . Dari balik jendela , Aku melihat Kau berdiri di dekat mesin kopi , membuatkan kopi untuk pelanggan . Aku masuk dan mengikuti antrean orang - orang yang ingin membeli kopi . Saat tinggal satu orang lagi yang ada di depanmu , Aku menyembunyikan bunga tulip itu di balik punggungku . 

            Saat tiba giliranku , Kau membungkuk dan berkata "Selamat siang tuan .." ucapanmu terputus saat melihatku tersenyum .

"Nona , Apa kau tidak istirahat makan siang ? Apa Kau mau menemaniku makan di sekitar sini ? " Kau hanya tersenyum dan tersipu . 
 "Tunggu sebentar tuan . Mungkin Anda bisa menunggu di kursi itu . " Mukamu memerah sambil menunjuk meja kosong di dekat jendela . Aku hanya tertawa kecil dan langsung beranjak pergi ke meja itu . Masih menyembunyikan bunga tulip yang kupegang dari tadi . Tidak berapa lama kemudian , Kau datang dan menarikku keluar dari coffeshop .

"Suho..untung saja tadi tidak ada bosku . Aku benar - benar terkejut saat Kau datang . Kau tau , wajahku rasanya sangat panas tadi . " Kau berkata sambil menggembungkan pipimu .

"Aku tau itu . Wajahmu mirip kepiting rebus " Aku tertawa saat kau memukul pundakku.

"Jadi..Apa kau mau menemaniku makan..Ah..tidak . Apa kau mau menemaniku kencan setengah jam saja ?? " Kau mengangguk dan Aku langsung menggandeng tanganmu .

"Oh ya,Nona , Aku punya sesuatu untukmu . " Aku memberikan bunga tulip yang kusembunyikan di balik punggungku padamu .

"Suho...terimakasih . " Kulihat dirimu tersenyum . Senyum yang penuh kebahagiaan .

Setelah makan siang , Kau masih punya waktu 10 menit sebelum waktu istirahatmu habis . Jadi , kau memutuskan untung berjalan - jalan sebentar denganku . Di ujung jalan , Aku melihat ada pasangan yang sedang difoto oleh fotografer keliling . Aku langsung menarikmu ke sana . Awalnya Kau terlihat canggung saat akan difoto , sambil tertawa Aku merangkul pundakmu dan berkata "Tersenyumlah , kau sangat cantik saat tersenyum . "
***
            Tidak terasa , hari sudah menunjukkan pukul 6 saat Aku memasukkan surat untukmu ke dalam amplop . Kuputuskan untuk langsung mengirim surat ini . Kuambil jaket dan syal kuning pemberianmu dari dalam lemari dan langsung keluar dari kamarku . Kulihat tidak ada seorangpun keluargaku di ruang tamu . Sepertinya Ayah dan Ibuku masih tidur . Jadi dengan langkah pelan Aku berjalan menuju pintu depan dan membuka kuncinya . 

            Sesampainya di depan kotak surat , Aku langsung memasukkan surat itu kedalamnya. Entah kenapa , rasanya Aku ingin pergi ke rumahmu . Sekedar untuk mengecek apakah surat - suratku sebelumnya sudah sampai . Sambil merapatkan jaketku , Aku berjalan ke rumahmu . Jalan yang sama , yang Aku lewati dua tahun lalu . Saat Aku yang sangat mengkhawatirkanmu dan berlari dari rumahku sampai rasanya napasku akan habis .

Seoul , 9 Desember 2011
            Penyakit yang diderita Ayahmu makin parah . Sudah 3 tahun Ia berjuang melawannya , namun penyakit ganas itu telah menggerogoti tubuhnya . Hari ini , adalah pemakaman Ayahmu . Aku berlari ke rumahmu . Kulihat pelayat yang lain mulai pulang satu persatu . Dalam hati Aku mengutuk dosenku , berkatnya Aku terlambat datang ke pemakaman Ayahmu . Namun , ada hal lain yang mengganggu pikiranku . Apa Kau baik - baik saja ? Apa Kau menangis ? Apa kau marah padaku karena Aku terlambat datang ? Kulihat Kau terduduk di ruang tamu menangkup wajahmu dengan kedua lututmu .

"Suho , sekarang Aku benar - benar sendirian . Bagaimana ini ? " Mengejutkan sekali , Kau sama sekali tidak menangis .

"Tidak ..Kau tidak sendirian . Aku akan selalu ada disampingmu . "

"Apa kau berjanji ? "

"Iya , Aku berjanji padamu . Aku akan selalu ada disampingmu sampai kapanpun ."

***
            Sesampainya di depan rumahmu , Aku langsung melihat kotak suratmu yang penuh dengan surat - surat yang kukirim sejak 6 bulan yang lalu . Rumahmu sekarang terlihat sepi , Kenapa lampu depan rumahmu tidak hidup ? Apa lampunya rusak ? Tenang saja Aku akan menggantinya nanti . Bunga di pekaranganmu banyak yang layu . Baiklah , nanti Aku akan menyiramnya .

Seoul , 15 Desember 2012
            Hari ini , Aku mengajakmu berjalan - jalan ke Namsan Tower . Rencananya Aku ingin menghiburmu setelah hari peringatan kematian ayahmu 6 hari yang lalu . Sudah setengah jam Aku menunggumu . Tapi kenapa kau belum datang juga ?

            Tiba - tiba di seberang jalan aku melihat ada sebuah mobil yang hilang kendali dan mobil itu menabrak seorang gadis yang sedang menyebrang . Kejadiannya begitu cepat , Aku hanya bisa melihat syal warna kuning gadis itu . Syal yang sama , yang kau berikan padaku .

            Rasanya jantungku berhenti berdetak . Kulihat orang - orang mulai mengerumuni gadis yang tertabrak itu . Dengan langkah yang terburu - buru , Aku berlari menuju kerumunan orang itu , menyeruak dan......Aku rasa jantungku benar - benar berhenti berdetak . Melihat tubuhmu yang penuh dengan darah , beberapa orang mulai menelpon Rumah sakit , memanggil ambulans dan semacamnya . Sementara Aku , hanya bisa diam dengan air mata yang hampir jatuh .
Kulihat Kau seperti ingin mengatakan sesuatu . Kau menangis . 

"Ada apa denganmu , kenapa di saat seperti ini kau malah menangis ? Harusnya Aku yang menangis ." Suaraku mulai bergetar . Tapi Aku tidak ingin menangis dihadapanmu .

"Suho...Terimakasih , Kau sudah mau berada di sampingku sampai sekarang . Terimakasih . Maafkan Aku , tidak selalu ada disampingmu ."

Sebelum aku sempat berkata apa - apa , Kau sudah menutup matamu . Hari itu , bulan desember terasa lebih dingin dibanding bulan desember di tahun - tahun sebelumnya . Aku tidak menangis saat Kau menutup matamu . Bahkan , saat pemakamanmu pun Aku juga tidak menangis . Kau boleh mengatakanku tidak berperasaan , tapi kudengar dari beberapa orangtua , jika Kau menangis di pemakaman sesorang yang mencintaimu , maka orang itu akan menangis juga di alam sana .

***
            Kau tau , setelah mengingat itu semua , rasanya Aku ingin menangis . Kukeluarkan semua surat yang ku kirim dari kotak pos rumahmu ini . Kubaca semua surat yang kutulis sambil berharap kau akan membalasnya .

"Aku kesepian . Aku benar benar kesepian . Kenapa kau tega meninggalkanku secepat itu ? Kumohon tinggallah bersamaku di sini . Setiap Aku melewati rumahmu ,semua kenangan itu datang kembali , membuat dadaku sesak . Bahkan Aku masih bisa mencium wangi rambutmu setiap Aku masuk ke pekarangan rumahmu . Dan kau tau , sampai sekarang Aku belum pernah menangis karenamu . Mungkin , suatu saat nanti , saat Aku tidak mampu lagi menahannya , Aku akan menangis terisak - isak . Sendirian tanpamu .Tapi Kau harus berjanji , Kau tidak akan menangis saat Aku menangis nanti . Kalau kau menangis di sana,bahu siapa yang akan kau gunakan untuk bersandar ?"

Aku berhenti membaca surat yang kubuat 6 bulan lalu . Air mataku jatuh ke atas kertas itu . Sekaranglah saatnya Aku menangis , bukan Kau . Aku menangis  terisak - isak di depan rumahmu . Mungkin Aku terlihat seperti orang gila ,menangis di depan rumah kosong sambil memegang kertas di pagi hari pada bulan desember . Tapi , inilah giliranku untuk menangis . Tanpamu , Aku hanya menangis sendirian diiringi salju yang turun ke bumi . It's my turn to cry .

THE END

Gimana readers ?? Bagus nggak ?? Kasih komentarnya ya . Gue mau ngingetin(?) NO SILENT READERS PLEASE !! . Tolong bantu gue dengan komentar - komentar readers sekalian . Oke ???

           

2 komentar:

The Universe

Milky Way Planets

The Hottest Star in Milky Way

My Identity In Earth