Minggu, 05 Januari 2014

[FF] Password


Cast     : Sehun
              Luhan
              Tao (cuma disebut-sebut)

Genre  : Brothership slight!comedy (maybe)

Rating  : Teen

Length : Oneshoot



Author's Note :Untuk mengawalinya , gue mau minta maaf kalau sekiranya cover ff  nya ancur . Maklum lah , baru pertama kali gue berurusan sama mengedit foto :) . Sebelum reader mau baca ff ini , author mau ngingetin , disini author cuma pake PoV nya Sehun . Oke ?? Selamat membaca readerku tercinta.. wkwk NO SILENT READER PLEASE !!

            Haah....rasanya senang sekali merebahkan punggungku di atas kasur yang empuk setelah melakukan kerja paksa beberapa menit yang lalu . Luhan Hyung benar - benar menyebalkan . Seenaknya saja dia menyuruhku mencuci mobilnya sesaat setelah aku menginjakkan kaki di pekarangan rumah . Apa dia tidak tau , Aku capek baik lahir maupun batinku . Nilai ulangan matematikaku benar - benar hancur tak berbentuk . Ditambah lagi sesudah latihan basket pulang sekolah tadi , Aku dimarahi oleh pelatih Kim yang galaknya sama saja seperti ibu tiri di drama - drama hari minggu yang kutonton . Lengkap sudah penderitaanku .

"Sehun....Kau tidak mau makan ? Kau masih marah karena kusuruh mencuci mobil ? " Suara Luhan Hyung lagi . Kalau dia bukan kakakku , dan badanku tidak capek seperti ini , pasti Aku sudah menendangnya dari tadi .

"Tidak !! Aku tidak selera makan !" Aku berteriak dengan ketus dari kamarku di lantai atas .

"Oh , ya sudah . Padahal tadi Ibu sengaja memasak ayam panggang kesukaanmu sebelum pergi ke kantor . Daripada sia - sia , jatahmu kumakan saja ya !! " 

Apa kau bilang Hyung ?? Ayam panggang ?? Aku mau...awas saja kau mengambil jatahku . Aku sudah mengambil ancang - ancang membuka pintu kamarku . Tapi sesuatu terlintas di kepalaku . Tidak Sehun...Tidak...Ingat,sekarang kau sedang marah pada hyung-mu . Jangan tergoda pada ayam panggang Sehun . Kau harus membuat hyung-mu memohon - mohon permintaan maaf darimu . Dan , pikiran itu berhasil membuatku mundur lagi ke tempat tidurku .

"Terserah Hyung !!! Makan saja semua ayam itu sampai badanmu itu gendut lagi seperti musim semi tahun lalu !!" Aku berteriak lagi , kali ini lebih keras daripada teriakanku sebelumnya . 

Kudengar Luhan Hyung terkikik geli di ruang makan lantai bawah . Sepertinya , harapanku agar Luhan Hyung memohon - mohon permintaan maaf dariku harus kubuang jauh - jauh . Daripada semakin jengkel , Aku memutuskan untuk mandi dan mendinginkan kepalaku .

∞∞∞

Dengan perut menahan lapar , aku turun ke lantai bawah dan berbelok ke arah kanan dari tangga menuju ke ruang makan . Aku pikir , tidak mungkin kan Luhan Hyung tega menghabiskan semua ayam panggang jatahku . Tapi...hei apa ini ?? Kenapa meja makan kosong ? Yang kulihat hanyalah piring dengan tulang - tulang ayam di atasnya , tanpa sedikitpun daging ayam yang tersisa . TANPA AYAM PANGGANG JATAHKU . Kudengar seseorang bersiul dari arah ruang keluarga .

"Hei Sehun ? Kenapa kau berdiri di depan meja makan ? Apa kau mencari ayammu ? Kau sendiri kan yang bilang kalau kau tidak mau makan tadi . Jadi , semua jatahmu sudah kuhabiskan . Semua ayammu ada di sini . " Luhan Hyung mengatakan hal itu sambil mengusap - usap perutnya .

 Ya Tuhan !! Apa dosaku ? Kenapa Aku bisa punya seorang kakak yang tega membiarkan adiknya kelaparan . Oh , mungkin itu salahku karena mengatakan Aku tidak ingin makan tadi . Tapi setidaknya , ia bisa menyisakan dua...tidak satu ayam saja untukku . Harusnya dia berpikir kalau - kalau adiknya mau makan nanti .

"Tidak . Aku mau membuat tugas-ku dulu hyung ." Suaraku kubuat sewajar mungkin dan Aku segera berbalik lalu berlari ke tangga , ke kamarku tepatnya .

Setelah membanting pintu kamarku sampai berbunyi BAAM yang cukup keras , Aku duduk di atas tempat tidurku dan menceritakan semua kejadian yang kualami hari ini pada boneka .

 APA ? BONEKA ? Tidak aku tidak seperti temanku Tao yang masih suka bermain dengan boneka pandanya . Maksudku , Aku menceritakan semua kejadian yang kualami hari ini pada Handphone-ku . Kau tahu , sekarang ada aplikasi yang cara kerjanya sama dengan buku diary , kurasa . Tapi tentu aplikasi ini dijamin lebih aman daripada buku diary , karena Kau bisa menambahkan password agar orang tidak bisa sembarangan membaca keluh kesahmu . Dengan kakak se-jahil Luhan dan pelajaran sekolah yang semakin menyiksa , Aku benar - benar terbantu dengan adanya aplikasi ini . Setelah beberapa lama berkutat dengan Handphone, Aku membaringkan tubuhku di atas kasur dan memejamkan mata . Setelah sebelumnya meletakkan Handphone-ku di atas meja belajar .

∞∞∞

Keesokan paginya , Aku bangun terlambat . Aku benar - benar tidak punya waktu lagi bahkan sekedar untuk sarapan . Tapi , mengingat perutku yang sejak kemarin sore belum kuisi , Akhirnya Aku menyambar dua potong roti dari atas meja makan dan meminum susu cokelatku seadanya . Kulihat Luhan Hyung baru keluar dari kamarnya di dekat ruang keluarga dengan rambut acak - acakan sambil mengelap ujung bibirnya yang mungkin basah akibat-kau-tau-apa . Benar - benar gambaran orang yang pemalas .

"Kau mau pergi sekolah Hun ? " Luhan Hyung mulai duduk di kursi dan mengambil sepotong roti .

"Iya Hyung . Aku pergi dulu . " Aku menjawab seadanya karena Aku benar - benar sudah terlambat .

"Eomma....Aku sudah terlambat , rotinya Aku ambil untuk sarapan di jalan saja ya . Aku berangkat . " Kudengar Ibuku mengomel entah tentang apa di dapur . Mungkin tentang 'Tidak usah terburu - buru','makan dulu sarapanmu' dan sebagainya .Tapi Aku tidak punya waktu mendengarkan omelannya jadi Aku langsung berlari keluar rumah dengan dua potong roti dimulutku .

∞∞∞

Dengan napas terengah - engah , Aku berhasil masuk ke kelasku tepat sebelum bel masuk berbunyi . Setelah duduk di kursiku , mataku langsung mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kelas mencari gadis yang selama ini kusukai . Aku selalu menuliskan segala hal yang kuketahui tentangnya di Handphoneku . Pernah , Aku mengajaknya berbincang dan Aku menulis semua percakapanku dengannya di aplikasi yang mirip diary di Handphone-ku itu , lengkap dengan fotonya yang kuambil diam - diam . Tentu , dengan password yang susah dan sangat rumit . Sebab yang mengetahui kalau Aku menyukainya hanya diriku sendiri dan Tao , temanku . Aku juga tidak ingin ada orang lain yang mengetahuinya , apalagi Luhan Hyung . Pasti dia akan mengejekku habis - habisan .

Tunggu dulu....rasanya ada yang tertinggal . Jangan sampai itu buku tugas-ku . Mulai kugeledah isi tas ranselku . Hasilnya , semua buku pelajaranku lengkap tidak kurang dan tanpa cacat sedikitpun . Tugas juga sudah kukerjakan semua . Lalu apa yang tertinggal ? Aku mulai merogoh - rogoh kantongku dan...................... 

"SIALAN !! HANDPHONE-KU TERTINGGAL DI RUMAH . " Aku tidak sadar kalau Aku mengucapkan kata - kata itu dengan intonasi yang cukup besar sehingga membuat beberapa orang teman sekelasku menatapku dengan pandangan-bisa-kau-kecilkan-suaramu. Seketika badanku lemas . Berbagai bayangan buruk mulai melintas dikepalaku . Bagaimana kalau Luhan Hyung melihat handphone-ku dan menggeledah isinya lalu dia menemukan tulisan - tulisanku tentang gadis itu . Ya Ampun , hanya membayangkannya saja semangat belajarku hari ini langsung hilang tak berbekas . Yang kuinginkan sekarang adalah bel pulang cepat - cepat berbunyi sehingga aku bisa memastikan kalau Luhan Hyung tidak tau apa - apa . Sekarang aku hanya bisa berharap Luhan Hyung tidak tau passwordnya .

∞∞∞

Dengan langkah gontai , Aku berjalan masuk ke rumahku . Kulihat tidak ada siapa - siapa di rumah . Dengan malas Aku mengambil kunci di bawah pot bunga Ibuku . Tempat biasa Ibu meletakkan kunci jika tak seorangpun ada di rumah . Ibuku benar - benar konyol , sudah sering Aku meminta Ibuku agar Aku atau Luhan Hyung saja yang menyimpan kunci rumah . Tapi , Ibuku bersikeras kalau meletakkan kunci di bawah pot bunga itu aman . Setelah pintu rumah terbuka , Aku langsung melepaskan sepatuku dan meletakkannya di rak sepatu . Dengan secepat kilat , Aku berlari masuk ke dalam kamarku . Lalu,dengan jantung berdebar - debar Aku mulai memeriksa apa Handphone-ku masih ada di tempatnya . Aku benar - benar lega saat melihat Handphone-ku masih utuh dan tidak berpindah dari tempatnya semula di atas meja belajarku . Baru saja Aku ingin mengekspresikan kegembiraanku dengan berloncat - loncat , tiba - tiba Aku mendengar suara Luhan Hyung di lantai bawah . Sepertinya dia baru pulang dari kampus .

"Sehun...Kau sudah pulang ? Kemarilah , Aku membawakan ayam panggang kesukaanmu . "

Mendengar kata - kata ayam panggang , Aku langsung berlari menemui Luhan Hyung di ruang makan .

"Maaf ya Sehun , Hyung tidak tau kalau kemarin hari - harimu benar - benar kacau . Kalu tau begitu , Hyung tidak akan menyuruhmu mencuci mobil dan menghabiskan jatah ayam panggangmu . Sekarang makanlah sepuasnya . " Luhan Hyung berkata dengan lembut . Memang Luhan Hyung orang yang jahil , tapi dia sangat baik dan perhatian padaku .

"Tidak apa - apa Hyung , Aku sudah memaafkanmu . " Aku menjawabnya dengan senyuman yang paling tulus .

"Oh iya , selain itu , jika kau punya pertanyaan soal cinta jangan segan - segan bertanya padaku . Seleramu bagus juga ya Hun , gadis itu cocok denganmu . " 

"Baiklah Hyung . APAAAAA ??? DARIMANA KAU TAU HAL ITU HYUNG ? " spontan , aku langsung menghentikan acara makan - makanku . Kulihat Luhan Hyung tersenyum jahil .

"Tentu dari diary-mu Oh Sehun ." terdengar nada mencemooh di suara Luhan Hyung .

"HYUUUUNG !!! DARIMANA KAU TAU PASSWORDNYA !! " Luhan Hyung mengedipkan sebelah matanya padaku dan beranjak pergi ke kamarnya dan menutup pintunya.

Ya Tuhan , Aku benar - benar harus mengganti passwordnya .


THE END
Hahahaa....gimana readers sama ff baru gue? Agak aneh ya ? Sebenernya ff ini terinspirasi dari kejadian yang gue alamin . Jadi gini , waktu itu kakak sepupu gue nanyain pin salah satu akun gue dan dengan lancarnya Bokap nyebutin pin itu terus pas gue nanyain dari mana Bokap tau sama pin itu , Bokap gue malah jawab "Jangankan pin itu , password handphone kamu aja papa tau . " dan gue bener - bener shock ngedengernya . Eh..kok gue malah jadi curcol gini ya ? sorry reader v(^_^). NO SILENT READER PLEASE . Sampai jumpa di ff selanjutnya ^^ #buru-buru ganti password handphone.

4 komentar:

  1. thor....ff nya kocak tapi kependekan...
    HunHan <3<3<3<3<3
    oh ya...saran buat author, mending penggambaran suasana atau kegiatan sehun nya itu dikurangi, soalnya jd panjang trus ga fokus sama pokok permasalahannya, Password....trus, keberadaan Luhan nya kurang berasa.....


    hahaha.....dasar author bocah!! tapi bagus sih ide kyk gitu, pengalaman sndr pula.... (Y)

    Next ff ditunggu......
    keep writing ne.... ^^

    BalasHapus
  2. Sarannya diterima ;D ....Kalau masalah luhan,emang author awalnya cuma mau bikin dia jadi pemeran pembantu(bukan pembantu dalam arti sebenarnya XD)..kok tau athor bocah ??? ini T**a ya :) ?? wkwkwkwkwk...yang pasti,makasih udah berkunjung dan komentar..uri leader :)

    BalasHapus
  3. Hahahaha.... Sehun kok bisa pelupa kaya lay gitu? Ffnya kocak bgt hahahaha.... Keep writing ff ya thor... klo bsa hunhan hihihi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huaa ><...makasih banyak annisa,sudah mau meninggalkan jejak *deep bow
      Maaf ya,baru bisa balas komentarnya sekarang,maklum lah aku terlalu sibuk dengan real life hehe..
      Sekali lagi, thank you !! Tetap ditunggu ya ff dari aku ;)

      Hapus

The Universe

Milky Way Planets

The Hottest Star in Milky Way

My Identity In Earth