Minggu, 28 Juni 2015

Escape




Jika Kau mencari seseorang bernama Kim Taehyung di Seoul Senior High School,

Aku berani bertaruh, Kau akan mudah menemukannya

Bagaimana tidak ? Dia adalah makhluk paling aneh di sekolah

Tingkahnya juga sedikit berlebihan, maksudku.... SEDIKIT berlebihan

Julukannya adalah All Zero Alien


Cast       : Kim Taehyung and Byun Baekhyun or, should i say BTS ft. EXO  ?
Genre   : AU ? Comedy (I'm pretty sure with this)


NO SIDER PLEASE!! NO PLAGIATOR PLEASE !! DON'T LIKE THE CAST DON'T READ !! I WARN YOU !



"TIDAAAKK !!"

Semua murid di kelas 3-1 melengah ke sumber suara teriakan di pagi hari yang cerah ini. Setelah melihat siapa pelakunya, semua orang kembali mengerjakan urusannya masing - masing.
Lima menit yang lalu, mereka baru saja menerima hasil ulangan matematika, atau bisa kusebut hasil ulangan dari ulangan - ulangan pelajaran kelas  1, berhubung mereka akan segera mengikuti ujian akhir.

"What the Hell !! Taehyung, bahkan di bab tentang logika matematika yang termasuk bab paling mudah dalam pelajaran matematika dan sudah kita ulang - ulang dari kelas 1 kau masih dapat nilai nol ?? You Dumbass All Zero Alien!!" Namjoon si ketua kelas memberikan tatapan meremehkan pada Taehyung.

Bukannya membalas perkataan Namjoon yang menusuk hati, Taehyung malah memikirkan nasibnya di rumah nanti. Sudah dua bulan ini dia dikurung di rumahnya. Maksud dikurung di sini adalah Ia tidak diperbolehkan keluar rumah kecuali pergi ke sekolah. Ayah dan Ibunya mengatakan kalau sampai dia mendapatkan nilai nol lagi dalam pelajaran matematika, Ia akan dikurung di kamarnya ( yang mana hal ini bahkan lebih buruk lagi) dan akan diikutkan les privat dengan Park Chanyeol, teman kuliah kakak laki - lakinya Baekhyun-Cebol-yang-Menjengkelkan.

Sebenarnya, Taehyung tidak masalah dengan hal tersebut, tapi besok malam Kim Junmyeon anak kelas sebelah yang uang ayahnya tidak akan habis sampai turunan kedelapan itu akan mengadakan pesta ulang tahun. Sempat beredar desas-desus yang mengatakan, kalau pesta itu akan diadakan di Ballroom hotel termewah di Seoul. Walau sebenarnya, Ia hanya mengadakan acara itu di mansion pribadi keluarganya. Kim Junmyeon juga hanya mengundang beberapa anak yang menurutnya memiliki status sosial sama dengan dirinya.

 Dan beruntungnya Taehyung, Ia diundang secara pribadi oleh Kim Junmyeon dua hari yang lalu. Walaupun Ia tidak yakin, apa alasan Kim Junmyeon mengundangnya. Ia bukan teman Kim Junmyeon, setiap bertemu pun mereka hanya saling bertukar kata hai, halo, selamat pagi, selamat siang dan berbagai kata sapaan lain. Ia juga merasa status sosialnya tidak setinggi Kim Junmyeon. Ia hanya anak dari- Oh ya ! Ayahnya adalah Manager Pemasaran di perusahaan milik keluarga Kim Junmyeon. Well, semuanya mulai masuk akal di pikiran Taehyung. 

"Namjoon, kasar sekali mulutmu !! Kau tidak lihat, wajah Taehyung semakin lama semakin mirip dengan orang gila yang putus cinta." Jimin menunjuk ke arah Taehyung yang duduk dengan kepala menengadah dan mulut terbuka di sampingnya.

"Uhh..Sorry Taehyung, Aku hanya tak habis pikir dengan isi kepalamu itu. Kenapa kau begitu lemah di pelajaran matematika ? Sementara, Aku lihat kau tidak mengalami kesulitan yang berarti di pelajaran dengan angka yang lain. Pantas saja Kau dijuluki All zero..." Namjoon terus berceloteh. Sementara, Taehyung masih mengacuhkannya.

Sumpah ya !! Ia memiliki masalah yang lebih rumit (menurutnya) daripada harus mendengar ocehan Namjoon yang tidak bermutu itu. Tiba - tiba ada yang memukul kepalanya dari belakang sambil berteriak - teriak "Earth to Taehyung !! Earth to Taehyung ! Apa kau masih bisa mendengarku atau kau sudah terbang jauh kembali ke planet asalmu ?"

Taehyung terlonjak "Diam kau Oh Sehun ! Kau malah semakin membuat pikiranku bertambah kusut ! Apa- apaan Kau memukul kepalaku ? Kau mau membuatku benar - benar menjadi All Zero di semua mata pelajaran Hah !!"

Sehun terdiam selama beberapa saat "Akhirnya kau mau menyahuti perkataanku. Kau sudah mengacuhkan kami dari sepuluh menit yang lalu! Kau hadir kan ke pesta ulang tahun Junmyeon ?" Kau akan dikucilkan orang lain jika kau tak datang ! Banyak orang yang berharap diundang olehnya. Oh man ! Bahkan Kau diundang secara pribadi, Hei ! Apa dia menyukaimu ??" 

Namjoon , Jimin dan Taehyung langsung memasang wajah jijik.

"Hell no !! Sehun, Aku masih normal. Aku ulangi ya ! AKU MASIH NORMAL !! Jangan - jangan Kau yang menyukai Kim Junmyeon !" Taehyung bersungut - sungut mengucapkan kalimat itu sambil bangkit dari kursinya. Dasar Oh Sehun ! Dia masih mengincar adik kelasnya yang cantik itu, enak saja dia mengatakan Taehyung menyimpang.

"Tenang ! Tenang ! C'mon I'm not serious with that.." Sehun menepuk - nepuk bahu Taehyung.

"Jadi, Kau pergi tidak Tae ?" Jimin bertanya, membuat Namjoon dan Sehun melirik ke arah Taehyung yang sudah kembali duduk di kursinya.

"Aku akan pergi. Aku pasti pergi apapun yang terjadi. Aku tidak mau dianggap sombong oleh anak - anak lain yang tidak diundang Junmyeon. Apalagi ayah Junmyeon itu atasan ayahku, bisa saja Ia meminta ayahnya memecat ayahku." Taehyung bergidik ngeri membayangkannya.

"Kau berlebihan, tidak mungkin Kim Junmyeon sejahat itu. Aku yakin." Sahut Sehun.

Saat Taehyung ingin membalas ucapan Sehun,  Jongdae berteriak dengan suaranya yang bisa membuat gendang telinga putus  "Cha seonsangnim datang !! " membuat Namjoon dan Sehun lari terbirit - birit ke tempat duduknya masing - masing.

Taehyung hanya menghela napas. Pelajaran matematika segera dimulai setelah Cha seonsaengnim masuk ke kelas. Ia berharap, pelajaran yang menurutnya menyiksa otak polosnya ini segera selesai.

***

"Aku pulang !!" Taehyung masuk ke rumahnya dengan wajah lesu. Baekhyun yang niat awalnya ingin mengajak Taehyung adu mulut pun merasa 'iba'.

"Biar kutebak !" Baekhyun memasang pose berpikir yang berlebihan, membuat Taehyung memutar bolamatanya kesal.

"Kau pasti mendapatkan nilai nol lagi di ulangan matematikamu !!" Taehyung terbelalak kaget mendengar apa yang dikatakan Baekhyun. Benar - benar tepat sasaran.

"Ding dong..Aku pasti benar kan ?? IBU !! ANAK IBU, KIM TAEHYUNG ALL ZERO ALIEN MENDAPATKAN NILAI NOL LAGI DI ULANGAN MATEMATIKANYA !!"

 Baekhyun berteriak, membuat Ibunya yang ada di dapur kaget setengah mati.

Ibu Taehyung dan Baekhyun langsung pergi menemui Taehyung di ruang tamu.

"Apa benar yang dibilang hyung mu ini Tae ?"

Taehyung menelan ludah gugup.

Terkutuklah Baekhyun cebol dengan mulut dan suaranya itu.

"Ti-tidak Bu !! Baekhyun cebol itu saja yang mengarang - ngarang ! Hyung pikir masalahku hanya itu saja hah !! Wajahku mengenaskan begini bukan karena nilai ulangan !!" Taehyung mengeratkan pelukan pada tas ranselnya. Takut kalau Baekhyun merebut tasnya dan mengambil kertas ulangan yang sudah dia remas- remas itu.

"Dasar adik kurang ajar !! Aku sudah tujuh-ratus-tiga-puluh hari lebih awal memakai oksigen di bumi ini, asal kau tau saja !!" Baekhyun sedikit mendengus sebelum melanjutkan.

"Lalu karena apa ? Oh ya, wajahmu memang sudah mengenaskan dari lahir. Hahahahahahaha " Baekhyun tertawa seolah - olah Taehyung tidak ada di dekatnya.

Makhluk pendek sialan, kalau kau bukan hyungku, mulutmu sudah kusumpal dengan kaus kaki  ini.
Taehyung mengumpat dalam hati.

"Bukan urusanmu ! Sudahlah, Aku sudah cukup lelah dengan kehidupan tingkat akhir sekolahku ! Aku mau tidur siang dulu !" Dengan bersungut - sungut Taehyung kembali menyandang tasnya dan berlari ke lantai atas tempat kamarnya berada.

Baekhyun baru saja akan menyusul Taehyung, tapi terhenti saat Ia melihat kertas kusut yang jatuh dari tas Taehyung. Karena penasaran, Baekhyun mengambilnya dan membuka lipatan kertas itu. Sebuah seringaian muncul di wajah Baekhyun.

"Ibu, lihat ini.." Baekhyun memberikan kertas itu pada Ibunya.

Satu...

Baekhyun menghitung dalam hati.

Dua...

Tiga...

"KIM TAEHYUNG !!Kau benar - benar tidak boleh keluar dari rumah ini sampai hari kelulusanmu!!"

Oh,damn !!

Taehyung yang mendengar hal itu dari dalam kamarnya hanya mampu membentur - benturkan kepalanya ke dinding.

***

"Ya tuhan !! Bagaimana bisa Aku pergi ke pesta ulang tahun Junmyeon kalau kejadiannya seperti ini ?" Taehyung  berguling - guling di atas tempat tidurnya. Membuat suara deritan di ranjangnya semakin keras.  Sebenarnya, saat ini Ia benar - benar lelah, baik fisik maupun batinnya.

Lelah batin karena mendengarkan ocehan dari Ibu dan Ayahnya sepanjang makan malam tadi berlangsung, membuatnya ingin cepat - cepat masuk ke dalam kamarnya.

Lelah fisik karena tadi dia berusaha memberi pelajaran pada hyungnya, namun hasilnya malah Taehyung yang babak belur. Ingatkan dia kalau hyungnya itu juara Hapkido tingkat Senior High School se-Seoul.

"Ini tidak bisa dibiarkan ! Aku harus meminta saran dari salah satu temanku. Bagaimana caranya kabur dari rumah ya ?" Taehyung mengambil ponselnya yang ada di atas meja belajar. Berpikir siapa yang sebaiknya Ia telepon.

"Namjoon..Ah..Dia hanya akan menusukku dengan kata - kata kejamnya. Oh Sehun ? Heh..sejak kapan dia becus saat orang lain meminta pendapatnya. Jimin ? Ya !! Lebih baik Jimin." Taehyung langsung memencet tombol hijau di ponselnya, menunggu beberapa saat, sampai suara cempreng seseorang menyahutnya di seberang sana.

"Yeoboseyo ? Ada apa Kau meneleponku malam - malam ?" Jimin menyahut dengan suara malas.

"Waddup chimchim !!  Begini, bagaimana Aku memulainya ya.." Belum sempat Taehyung melanjutkan perkataannya, Jimin menyela tiba - tiba.

"Berhenti memanggilku dengan panggilan konyol itu !!"

"Ayolah chimchim ! Itu panggilan kesayanganku untukmu " Taehyung menaikturunkan alisnya, padahal toh, Jimin tidak akan bisa melihatnya.

"Panggilan kesayangan ? Aku ingin muntah mendengarnya. Cepat saja, katakan apa yang ingin kau tanyakan "

"Ini masalah ulang tahun Joonmyeon." Nada suara Taehyung berubah serius.

"Kau bingung memilih hadiahnya? Tidak usah bingung. Dia sendiri yang bilang kalau dia tidak perlu hadiah."

"Bukan ! Aku bingung bagimana cara agar Aku bisa keluar dari rumah. Tadi gara - gara Hyung cebolku itu, Ibu mengurungku di rumah sampai pesta kelulusan."

"Apa !! Ooo..Poor you tae !! Kau sial sekali."Jimin menjawab dengan sedikit ringisan.

"Yah...begitulah nasibku selama ini chimchim. Jadi, Kau ada ide tidak ? "

Dan malam itu berakhir dengan Taehyung yang menelepon Jimin selama satu jam untuk mendiskusikan cara agar dia dapat "kabur" dari rumah.

Keesokan harinya, Taehyung bangun pagi - pagi sekali. Dia berniat pergi ke sekolah tanpa membangunkan penghuni rumahnya yang lain. Dia benar - benar malas mendengarkan ocehan ayah dan ibunya. Belum lagi Ia harus mendengar tawa menyebalkan Baekhyun. 

Taehyung mengehela napas lega karena berhasil selamat menuruni tangga. Belum sempat Ia bersyukur,  anjing jantan milik Hyungnya Baekhyun menyalak di bawah tangga. Kamar Baekhyun yang tepat ada di samping tangga pun langsung terbuka.

"Sialan Kau chimchim ! Awas saja ! Kalau tidak ada Baekhyun hyung, Aku akan membuangmu !" Taehyung berbisik ke arah anjing itu.

 Sebenarnya, Taehyung memanggil Jimin dengan sebutan chimchim hanya untuk mengejeknya, suatu saat Ia benar - benar ingin mengatakan kalau nama anjing hyungnya sama dengan nama panggilan Jimin ke seluruh teman - temannya di sekolah.

"Apa yang kau lakukan pada anjing kesayanganku ?" Baekhyun langsung menggendong anjingnya dan melihat Taehyung dengan tatapan menuduh.

"Tadi aku hanya ingin mengelus kepalanya. Sudahlah hyung, jangan berburuk sangka pada adikmu ini." Chimchim menggonggong tanda tidak setuju.

"Sejak kapan Kau bangun sepagi ini untuk pergi sekolah ?" Baekhyun menatap taehyung yang sudah rapi dengan alis menyatu.

"Hyung sendiri ? Kenapa sepagi ini sudah rapi ?" Taehyung membalikkan pertanyaan pada hyungnya.

"Aku ada kuliah pagi. Oh ya, setengah jam yang lalu Ayah dan Ibu pergi ke Jeju untuk menjenguk temannya.  Ayah dan Ibu pulang lusa nanti." Baekhyun berkata sambil pergi ke dapur, Ia tidak sempat melihat seringaianTaehyung.

Baiklah, jadi satu - satunya penghalangku, hanya makhluk cebol ini ! HUAHAHAHAHA. Taehyung tertawa dalam hati.

***

Pukul tujuh setelah makan malam, Taehyung sudah siap dengan kemeja biru polos dan celana jeans hitamnya. Ia menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya malam ini. Segala keperluan kaburnya seperti dompet, ponsel, bahkan kunci scooter putihnya sudah Taehyung siapkan di atas meja. Rencananya, Ia akan kabur setengah jam lagi. Tepat dua puluh menit sebelum acara Joonmyeon dimulai.

"Ah, kenapa Aku mendadak gugup ya ?" Taehyung berjalan mondar - mandir.

"Tenang Kim Taehyung, Kau pasti bisa !! Walapun ini pertama kalinya kau mencoba kabur dari rumah..." Wajah Taehyung berubah pucat.

"Aaaaa...mungkin merebahkan diri sebentar bisa membuatku merasa sedikit lebih baik." Taehyung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Kasurnya berderit, keras sekali.

"Untung saja, Aku sudah meminta trik dari Jimin agar membuat ranjang tidak berderit terlalu keras karena Aku bergerak di atasnya" Kalau kau melihat Taehyung sekarang, Ia persis seperti orang gila yang berbicara sendirian dengan teman khayalannya.

Taehyung melirik sekilas jam tangannya, pukul  tujuh lebih tiga puluh menit. 

"Baiklah, It's showtime !!"

Tips chimchim   : Kalau kau punya masalah dengan ranjang berderit di kamarmu, jangan melakukan pergerakan yang tiba - tiba saat kau bangkit. Bisa - bisa keluargamu tau kalau kau ingin kabur dari rumah. Bergulinglah perlahan sampai ke ujung ranjang, turunkan kakimu satu persatu dan voila!! Ranjangmu tidak akan berderit

"Wuah..Jimin memang berpengalaman !!" 

Sebenarnya kalau dipikir - pikir, tingkah Taehyung benar - benar berlebihan. Kamar Baekhyun saja ada di lantai bawah, jadi apa yang harus dikhawatirkannya tentang ranjang yang berderit ? Hanya untuk berjaga - jaga dalihnya.

Letakkan bantal gulingmu di tengah - tengah tempat tidur, lalu tutup dengan selimut. Untuk efek yang lebih nyata, pasangkan rambut palsu yang kau pakai di festival musim panas sekolah yang lalu pada bantal itu. Jadi, jika Baekhyun hyung memeriksa kamarmu, Ia tidak akan curiga. Rambut palsu itu sangat menolong. Aku jamin !!

"Perfect sekali Kim Taehyung ! Jenius !! Benar - benar jenius !!" Taehyung tersenyum saat melihat bantal guling yang diberi rambut palsu itu ternyata benar - benar mirip manusia.

Setelah selesai mengurus bantal guling-dan-rambut-palsu, Taehyung langsung mengambil semua perlengkapan kabur yang telah Ia siapkan di atas meja. Dengan langkah hati - hati, Taehyung keluar dari kamarnya dan langsung mengunci pintu.

Jangan bertindak gegabah dengan langsung turun ke lantai bawah.Lebih baik, kau cek dulu situasi dari lantai atas, pertama: cek apakah hyung-mu membuka pintu kamarnya atau tidak dengan cara melihat pantulan cahaya di sisi tangga yang gelap. Kamar hyungmu benar - benar ada di samping tangga bukan ?"

Sepertinya keadaan gelap, tidak ada cahaya yang terpatul. Taehyung berbicara dalam hati.

Sesampainya di ujung tangga, Ia melihat chimchim yang bersiap - siap untuk menyalaknya.

Apa ? Selama ini yang kau katakan "panggilan kesayangan" ternyata hanya karena kau ingin menyamakanku dengan anjing hyungmu ? Sialan kau Taehyung ! Awas saja !! Aku akan membalasmu. Tapi, karena Aku sedang berbaik hati pada jiwamu yang putus asa ini, aku akan tetap membantumu kabur. Kedua: Jika kau melihat chimchim....awas saja kau nanti !! Aku masih kesal padamu. Berikan dia makanan, anjing akan menganggapnya sebagai uang tutup mulut.

"Chimchim, hari ini kita akur ya ? Ayolah, Aku butuh pertolonganmu. Kali ini saja, ya ya ya ?" 

Taehyung berbisik - bisik pada anjing jantan berwarna cokelat di hadapannya. Tapi sepertinya Chimchim tidak mau bernegosiasi dengan Taehyung, Anjing itu malah mulai membuka mulutnya. Dengan gerakan cepat, Taehyung memasukkan empat batang pocky rasa strawberry ke dalam mulut Chimchim.

"Enak kan ? Aku janji akan sering - sering membelikanmu ini, asal Kau mau tutup mulut. "

Chimchim melihat Taehyung selama beberapa saat sampai akhirnya Ia melenggang pergi menjauhi Taehyung.

"Sedikit lagi Kim taehyung. Sedikit lagi, dan Kau akan berjalan menuju pintu kebebasan. Hahahahaha..." Taehyung tertawa dengan suara ditahan.

Berjalan beberapa langkah, dan Taehyung sampai di pintu depan rumahnya. Dengan hati berdebar, Ia membuka pintu tersebut dan setelah sampai di luar, Taehyung kembali menguncinya.

Taehyung tidak dapat menolak keinginannya untuk meloncat - loncat kegirangan. Setelah euforianya sedikit mereda, Ia langsung berjalan menuju garasi tempat scooter putihnya berada.

"Setelah kau menghidupkan scootermu ini..kau akan bebas dari cengkraman tangan raja cebol terkutuk itu." Taehyung mulai merogoh kantong celananya.

"Tunggu sebentar, bukannya aku memasukkan kunci ke kantong depan celana ini ? Mungkin di kantong belakang." 

Mendadak bulir - bulir keringat mulai berjatuhan dari pelipis Taehyung.

...

...

...

"TIDAAAK !! KENAPA AKU MELUPAKAN KUNCINYA !!" Taehyung berteriak - teriak di dalam garasi rumahnya.

"KIM TAEHYUNG !! JANGAN COBA - COBA MELANGKAHKAN KAKIMU KELUAR DARI RUMAH INI" Suara Baekhyun menyahut teriakan Taehyung.

Oh,shit !


***

(a/n)      : Huahahahaha..menurut gue cerita ini terlalu absurd dan OOC. maafken.. Tapi daku menepati janji bukan ? Tepat satu minggu setelah postingan sebelumnya gue akhirnya memposting seonggok ff ini. Ini ff terpanjang yang pernah gue bikin. Oh ya ! As always...read and comment. Ketikan tangan anda sangat berharga bagi kami, penulis - penulis amatiran yang masih harus belajar. Sekarang kan bulan puasa, jadi apa salahnya berbuat baik dengan mengetik komentar ? Betul tidak ? so please, give me a comment, gue nggak bakalan marah kok kalau komentarnya jelek, asalkan membangun. 

XOXO, Sych

5 komentar:

  1. ahaha kesian Taehyung naas banget hidup kau nak....
    oohh jd author bikin baek jd hyung tae toh,, *andaikan ini bneran

    bingung mau komen apa ni thor lg blank kepala ane tapi ni ff kocak bgt sih menghibur!!!
    hmmm....gaya bhs udh improve tapi kok aku ngerasa ini kurang keliatan klimaks nya yak?? hehe kesengsaraan tae harus lebih ditingkatkan(?) kayaknya deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa dirimu selalu jadi anon ? Padahal gue tau lo siapa XD
      Iya,coba Baekhyun sama Taehyung kakak adek beneran, pasti seru XD
      Terimakasih dari lubuk hati terdalam untuk komentarnya, gue terhura :'')
      Wkwkwk..kasian Taehyung kalo kesengsaraannya ditingkatkan, menjadi adek seorang cabe saja sudah sulit XD
      sekali lagi arigatou ne buat komennya !!

      Hapus
  2. holllaaa cip :B
    akhirnya kesampaian juga ninggalin jejak disini mueheheheh

    okeh plotnya udah bagus, lucunya dapet, apalagi polah tingkah si taehyung yang dumbass sekaliii
    trus belum lagi sobatnya si jimin dengan saran"nya yang 'sangat berguna' wkwkwk

    oh itu pocky sumpah! mana ada anjing pasrah aja dikasih pocky rasa stroberi ya ampun XD
    awalnya sih nyangka si tae bakalan ngasih sosis atau apa gitu, eh ternyata... hahahaha XD

    dan hyungnya itu loh, kalau punya kkak kayak dia itu serasa mau dibuang ke laut aja (e jangan ntar fansnya pada marah wks :B), masalahnya annoying sekali kalau punya kakak kayak begituan

    endingnya semacam twist, nggak nyangka karena kepilonan si tae dia nggak berhasil escape dari pingit-an-nya wkwkwk

    teknik(?) escapenya bisa di contoh tu, manatau perlu huahaha XD

    no typos sih kayaknya, diksinya juga udah oke, cuma kurang deskripsi sih rasanya
    trus pengembangan karakternya di tingkatin lagi yak?
    semangat!! '0')/"

    aduh nonsense sekaliii ini, maafkeun T^T
    tpi kalau panjang" commentnya kan lebih berasa, yanggak? wkwkwk

    rajin" posting ya cip??!!?
    oke thx and byebye '0')/"

    BalasHapus
  3. Cirip...cirip.... Keyenn dedek cukaaaa
    Omg, wow.... Oh my kkaebsong..... Cum cum cummmmm :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Njir..kak au malu - maluin aja sih..
      Hush hush pergi sana --"

      Hapus

The Universe

Milky Way Planets

The Hottest Star in Milky Way

My Identity In Earth