Cast : Suho EXO , OC
Rating : Teen
Genre : Romance , Sad
Length : Oneshoot
Author's Note : Hola !! Ini ff pertama gue. Mudah - mudahan
readers semua suka ya :). Maaf kalau judulnya nggak nyambung sama isi . Oh ,
iya.. ff ini terinspirasi dari lagu Exo yang It's My Turn To Cry . Ide dari cerita ini murni dari gue . gue minta bantuan readers semua,karena gue
hanyalah seorang author baru . Jangan
lupa kasih KOMENTARnya ya readers
. Daripada banyak pembukaannya (Emang banyak kali !!) mendingan langsung baca
deh ceritanya ..wkwkwkwk :-) # Teleportasi bareng Kai
***
Suho PoV
Aku berlari dengan napas terengah -
engah ke rumahmu . Aku heran , jarak diantara rumah kita hanya satu blok . Tapi
, Kenapa rasanya aku sudah berlari sangat lama. Sesampainya di depan rumahmu
yang Aku lakukan adalah berlari masuk kedalamnya . Kulihat Kau menangis di
balik sofa ruang tamu . Apa Kau tau , hatiku selalu sakit saat melihatmu
menangis . Saat Aku hendak melangkah ketempatmu , sayup - sayup Aku mendengar
alarm jam ku berbunyi .
***
Seoul , 15 Desember 2013
Kenapa Aku selalu memimpikan hal
yang sama berulang - ulang ? Apa Kau sedang menangis ? Setiap memimpikan hal
itu hatiku sangat sakit . Air mata sudah menumpuk di pelupuk mataku . Sebisa
mungkin Aku menahannya agar tidak jatuh . Aku langsung duduk di samping tempat
tidurku . Sekarang masih pukul 5 pagi . Lagipula , sekarang hari minggu jadi
Aku tidak perlu tergesa - gesa pergi ke kampus . Rasanya , Aku ingin menulis
surat untukmu . Jadi disinilah Aku , membuka buku catatan Ekologi ku , merobek bagian
tengahnya dan mengambil pena di atas meja belajarku .
"Hai..bagaimana kabarmu ? Apa Kau baik - baik
saja ? Aku rindu padamu . Aku ingin bertemu denganmu..Tapi , Kau tau kan..sekarang
masa - masa yang kritis . Bulan depan Aku harus menyelesaikan skripsiku . Aku
janji saat Aku punya waktu senggang , Aku akan pergi ke rumahmu .Selama ini Kau
tidak menangis bukan ? Aku khawatir kalau kau menangis . Maafkan Aku , karena
terlalu sibuk . "
Aku berhenti
sebentar . Ingatanku kembali ke 5 tahun yang lalu . Saat itu Kau dan Aku masih
duduk di kelas 3 SMA . Kau datang ke rumahku sambil menangis tersedu - sedu
."Suho , Ayah dan Ibuku . Mereka bercerai " Kau berkata padaku
disela- sela tangisanmu . Apalagi yang bisa kulakukan ? Aku hanya bisa
meminjamkan bahuku dan mengusap - usap kepalamu
agar Kau bisa lebih tenang . Satu minggu kemudian Kau bilang kalau hakim
memutuskan Kau tinggal dengan Ayahmu . Aku tau , Ayahmu adalah orang yang
paling Kau sayangi . Hari itu Kau tersenyum sangat manis .
Di hari kelulusan ,Kau menangis
lagi. Kau berkata padaku . "Suho ,
Aku pikir , Aku tidak akan masuk ke universitas yang sama denganmu . Ayahku
sakit . " Air matamu mulai mengalir lagi di pipimu yang putih itu . Kau
melanjutkan "Aku akan mencari pekerjaan . Ayahku butuh biaya untuk berobat
. " Saat itu tangismu mulai pecah . Aku langsung memelukmu . Membiarkan
seragamku basah oleh air matamu .
***
Selesai menulis surat untukmu
, Aku mencari amplop di dalam laci meja belajarku . Saat itu Aku menemukan foto
kita berdua yang warnanya mulai kusam . Di foto itu , Kau tersenyum bahagia ,
dengan pipi yang bersemu merah . Kau terlihat sangat cantik . Aku ingat kapan
kita mengambil foto itu
Seoul , 15
Juni 2008
Saat itu , dosenku tidak
hadir . Jadi Aku memutuskan untuk mengajakmu makan siang bersama . Sambil
memegang bunga tulip kesukaanmu , Aku berjalan menuju coffeshop tempat Kau
bekerja . Dari balik jendela , Aku melihat Kau berdiri di dekat mesin kopi ,
membuatkan kopi untuk pelanggan . Aku masuk dan mengikuti antrean orang - orang
yang ingin membeli kopi . Saat tinggal satu orang lagi yang ada di depanmu ,
Aku menyembunyikan bunga tulip itu di balik punggungku .
Saat tiba giliranku , Kau
membungkuk dan berkata "Selamat siang tuan .." ucapanmu terputus saat
melihatku tersenyum .
"Nona , Apa kau tidak istirahat makan siang ? Apa Kau mau menemaniku
makan di sekitar sini ? " Kau hanya tersenyum dan tersipu .
"Tunggu sebentar tuan . Mungkin Anda
bisa menunggu di kursi itu . " Mukamu memerah sambil menunjuk meja kosong
di dekat jendela . Aku hanya tertawa kecil dan langsung beranjak pergi ke meja
itu . Masih menyembunyikan bunga tulip yang kupegang dari tadi . Tidak berapa
lama kemudian , Kau datang dan menarikku keluar dari coffeshop .
"Suho..untung saja tadi tidak ada bosku . Aku benar - benar terkejut
saat Kau datang . Kau tau , wajahku rasanya sangat panas tadi . " Kau
berkata sambil menggembungkan pipimu .
"Aku tau itu . Wajahmu mirip kepiting rebus " Aku tertawa saat
kau memukul pundakku.
"Jadi..Apa kau mau menemaniku makan..Ah..tidak . Apa kau mau
menemaniku kencan setengah jam saja ?? " Kau mengangguk dan Aku langsung
menggandeng tanganmu .
"Oh ya,Nona , Aku punya sesuatu untukmu . " Aku memberikan bunga
tulip yang kusembunyikan di balik punggungku padamu .
"Suho...terimakasih . " Kulihat dirimu tersenyum . Senyum yang
penuh kebahagiaan .
Setelah makan siang , Kau masih punya waktu 10 menit sebelum waktu
istirahatmu habis . Jadi , kau memutuskan untung berjalan - jalan sebentar
denganku . Di ujung jalan , Aku melihat ada pasangan yang sedang difoto oleh
fotografer keliling . Aku langsung menarikmu ke sana . Awalnya Kau terlihat
canggung saat akan difoto , sambil tertawa Aku merangkul pundakmu dan berkata
"Tersenyumlah , kau sangat cantik saat tersenyum . "
***
Tidak terasa , hari sudah
menunjukkan pukul 6 saat Aku memasukkan surat untukmu ke dalam amplop .
Kuputuskan untuk langsung mengirim surat ini . Kuambil jaket dan syal kuning
pemberianmu dari dalam lemari dan langsung keluar dari kamarku . Kulihat tidak
ada seorangpun keluargaku di ruang tamu . Sepertinya Ayah dan Ibuku masih tidur
. Jadi dengan langkah pelan Aku berjalan menuju pintu depan dan membuka
kuncinya .
Sesampainya di depan kotak
surat , Aku langsung memasukkan surat itu kedalamnya. Entah kenapa , rasanya
Aku ingin pergi ke rumahmu . Sekedar untuk mengecek apakah surat - suratku
sebelumnya sudah sampai . Sambil merapatkan jaketku , Aku berjalan ke rumahmu .
Jalan yang sama , yang Aku lewati dua tahun lalu . Saat Aku yang sangat
mengkhawatirkanmu dan berlari dari rumahku sampai rasanya napasku akan habis .
Seoul , 9
Desember 2011
Penyakit yang diderita Ayahmu
makin parah . Sudah 3 tahun Ia berjuang melawannya , namun penyakit ganas itu
telah menggerogoti tubuhnya . Hari ini , adalah pemakaman Ayahmu . Aku berlari
ke rumahmu . Kulihat pelayat yang lain mulai pulang satu persatu . Dalam hati
Aku mengutuk dosenku , berkatnya Aku terlambat datang ke pemakaman Ayahmu . Namun
, ada hal lain yang mengganggu pikiranku . Apa Kau baik - baik saja ? Apa Kau
menangis ? Apa kau marah padaku karena Aku terlambat datang ? Kulihat Kau
terduduk di ruang tamu menangkup wajahmu dengan kedua lututmu .
"Suho , sekarang Aku benar - benar sendirian . Bagaimana ini ? "
Mengejutkan sekali , Kau sama sekali tidak menangis .
"Tidak ..Kau tidak sendirian . Aku akan selalu ada disampingmu .
"
"Apa kau berjanji ? "
"Iya , Aku berjanji padamu . Aku akan selalu ada disampingmu sampai
kapanpun ."
***
Sesampainya di depan
rumahmu , Aku langsung melihat kotak suratmu yang penuh dengan surat - surat
yang kukirim sejak 6 bulan yang lalu . Rumahmu sekarang terlihat sepi , Kenapa
lampu depan rumahmu tidak hidup ? Apa lampunya rusak ? Tenang saja Aku akan
menggantinya nanti . Bunga di pekaranganmu banyak yang layu . Baiklah , nanti
Aku akan menyiramnya .
Seoul , 15
Desember 2012
Hari ini , Aku mengajakmu
berjalan - jalan ke Namsan Tower . Rencananya Aku ingin menghiburmu setelah
hari peringatan kematian ayahmu 6 hari yang lalu . Sudah setengah jam Aku
menunggumu . Tapi kenapa kau belum datang juga ?
Tiba - tiba di seberang
jalan aku melihat ada sebuah mobil yang hilang kendali dan mobil itu menabrak
seorang gadis yang sedang menyebrang . Kejadiannya begitu cepat , Aku hanya
bisa melihat syal warna kuning gadis itu . Syal yang sama , yang kau berikan
padaku .
Rasanya jantungku berhenti
berdetak . Kulihat orang - orang mulai mengerumuni gadis yang tertabrak itu . Dengan
langkah yang terburu - buru , Aku berlari menuju kerumunan orang itu ,
menyeruak dan......Aku rasa jantungku benar - benar berhenti berdetak . Melihat
tubuhmu yang penuh dengan darah , beberapa orang mulai menelpon Rumah sakit ,
memanggil ambulans dan semacamnya . Sementara Aku , hanya bisa diam dengan air
mata yang hampir jatuh .
Kulihat Kau seperti ingin mengatakan sesuatu . Kau menangis .
"Ada apa denganmu , kenapa di saat seperti ini kau malah menangis ?
Harusnya Aku yang menangis ." Suaraku mulai bergetar . Tapi Aku tidak
ingin menangis dihadapanmu .
"Suho...Terimakasih , Kau sudah mau berada di sampingku sampai
sekarang . Terimakasih . Maafkan Aku , tidak selalu ada disampingmu ."
Sebelum aku sempat berkata apa - apa , Kau sudah menutup matamu . Hari itu
, bulan desember terasa lebih dingin dibanding bulan desember di tahun - tahun
sebelumnya . Aku tidak menangis saat Kau menutup matamu . Bahkan , saat
pemakamanmu pun Aku juga tidak menangis . Kau boleh mengatakanku tidak
berperasaan , tapi kudengar dari beberapa orangtua , jika Kau menangis di
pemakaman sesorang yang mencintaimu , maka orang itu akan menangis juga di alam
sana .
***
Kau tau , setelah
mengingat itu semua , rasanya Aku ingin menangis . Kukeluarkan semua surat yang
ku kirim dari kotak pos rumahmu ini . Kubaca semua surat yang kutulis sambil
berharap kau akan membalasnya .
"Aku kesepian . Aku benar benar
kesepian . Kenapa kau tega meninggalkanku secepat itu ? Kumohon tinggallah
bersamaku di sini . Setiap Aku melewati rumahmu ,semua kenangan itu datang
kembali , membuat dadaku sesak . Bahkan Aku masih bisa mencium wangi rambutmu
setiap Aku masuk ke pekarangan rumahmu . Dan kau tau , sampai sekarang Aku
belum pernah menangis karenamu . Mungkin , suatu saat nanti , saat Aku tidak
mampu lagi menahannya , Aku akan menangis terisak - isak . Sendirian tanpamu
.Tapi Kau harus berjanji , Kau tidak akan menangis saat Aku menangis nanti .
Kalau kau menangis di sana,bahu siapa yang akan kau gunakan untuk bersandar ?"
Aku berhenti membaca surat yang kubuat 6 bulan lalu . Air mataku jatuh ke
atas kertas itu . Sekaranglah saatnya Aku menangis , bukan Kau . Aku menangis terisak - isak di depan rumahmu . Mungkin Aku
terlihat seperti orang gila ,menangis di depan rumah kosong sambil memegang
kertas di pagi hari pada bulan desember . Tapi , inilah giliranku untuk
menangis . Tanpamu , Aku hanya menangis sendirian diiringi salju yang turun ke
bumi . It's my turn to cry .
THE END
Gimana readers ?? Bagus nggak ?? Kasih komentarnya ya . Gue mau
ngingetin(?) NO SILENT READERS PLEASE !!
. Tolong bantu gue dengan komentar - komentar readers sekalian . Oke ???

d(*o*)b..keep writing !!!
BalasHapusTernyata cinop menepati janji...jadi terharu T_T
HapusMakasiiiih... :D