Cast : Sehun
Luhan
Tao (cuma disebut-sebut)
Genre : Brothership slight!comedy (maybe)
Rating : Teen
Author's
Note :Untuk mengawalinya , gue mau minta maaf kalau sekiranya cover ff nya ancur . Maklum lah , baru pertama kali gue berurusan sama mengedit foto :) . Sebelum reader mau baca ff ini , author mau ngingetin , disini author
cuma pake PoV nya Sehun . Oke ?? Selamat membaca readerku tercinta.. wkwk NO SILENT READER PLEASE !!
Haah....rasanya senang sekali
merebahkan punggungku di atas kasur yang empuk setelah melakukan kerja paksa
beberapa menit yang lalu . Luhan Hyung benar - benar menyebalkan . Seenaknya
saja dia menyuruhku mencuci mobilnya sesaat setelah aku menginjakkan kaki di
pekarangan rumah . Apa dia tidak tau , Aku capek baik lahir maupun batinku .
Nilai ulangan matematikaku benar - benar hancur tak berbentuk . Ditambah lagi
sesudah latihan basket pulang sekolah tadi , Aku dimarahi oleh pelatih Kim yang
galaknya sama saja seperti ibu tiri di drama - drama hari minggu yang kutonton
. Lengkap sudah penderitaanku .
"Sehun....Kau
tidak mau makan ? Kau masih marah karena kusuruh mencuci mobil ? " Suara
Luhan Hyung lagi . Kalau dia bukan kakakku , dan badanku tidak capek seperti
ini , pasti Aku sudah menendangnya dari tadi .
"Tidak
!! Aku tidak selera makan !" Aku berteriak dengan ketus dari kamarku di
lantai atas .
"Oh ,
ya sudah . Padahal tadi Ibu sengaja memasak ayam panggang kesukaanmu sebelum
pergi ke kantor . Daripada sia - sia , jatahmu kumakan saja ya !! "
Apa kau bilang Hyung ?? Ayam panggang
?? Aku mau...awas saja kau mengambil jatahku . Aku sudah mengambil ancang - ancang
membuka pintu kamarku . Tapi sesuatu terlintas di kepalaku . Tidak Sehun...Tidak...Ingat,sekarang kau
sedang marah pada hyung-mu . Jangan tergoda pada ayam panggang Sehun . Kau
harus membuat hyung-mu memohon - mohon permintaan maaf darimu . Dan ,
pikiran itu berhasil membuatku mundur lagi ke tempat tidurku .
"Terserah
Hyung !!! Makan saja semua ayam itu sampai badanmu itu gendut lagi seperti
musim semi tahun lalu !!" Aku berteriak lagi , kali ini lebih keras
daripada teriakanku sebelumnya .
Kudengar Luhan Hyung terkikik geli di ruang
makan lantai bawah . Sepertinya , harapanku agar Luhan Hyung memohon - mohon
permintaan maaf dariku harus kubuang jauh - jauh . Daripada semakin jengkel , Aku
memutuskan untuk mandi dan mendinginkan kepalaku .
∞∞∞
Dengan perut
menahan lapar , aku turun ke lantai bawah dan berbelok ke arah kanan dari
tangga menuju ke ruang makan . Aku pikir , tidak mungkin kan Luhan Hyung tega
menghabiskan semua ayam panggang jatahku . Tapi...hei apa ini ?? Kenapa meja
makan kosong ? Yang kulihat hanyalah piring dengan tulang - tulang ayam di
atasnya , tanpa sedikitpun daging ayam yang tersisa . TANPA AYAM PANGGANG
JATAHKU . Kudengar seseorang bersiul dari arah ruang keluarga .
"Hei
Sehun ? Kenapa kau berdiri di depan meja makan ? Apa kau mencari ayammu ? Kau sendiri
kan yang bilang kalau kau tidak mau makan tadi . Jadi , semua jatahmu sudah
kuhabiskan . Semua ayammu ada di sini . " Luhan Hyung mengatakan hal itu
sambil mengusap - usap perutnya .
Ya Tuhan !! Apa dosaku ? Kenapa Aku bisa
punya seorang kakak yang tega membiarkan adiknya kelaparan . Oh , mungkin itu
salahku karena mengatakan Aku tidak ingin makan tadi . Tapi setidaknya , ia
bisa menyisakan dua...tidak satu ayam saja untukku . Harusnya dia berpikir
kalau - kalau adiknya mau makan nanti .
"Tidak
. Aku mau membuat tugas-ku dulu hyung ." Suaraku kubuat sewajar mungkin
dan Aku segera berbalik lalu berlari ke tangga , ke kamarku tepatnya .
Setelah
membanting pintu kamarku sampai berbunyi BAAM yang cukup keras , Aku duduk di
atas tempat tidurku dan menceritakan semua kejadian yang kualami hari ini pada
boneka .
APA ? BONEKA ? Tidak aku tidak seperti temanku Tao yang masih suka
bermain dengan boneka pandanya . Maksudku , Aku menceritakan semua kejadian
yang kualami hari ini pada Handphone-ku . Kau tahu , sekarang ada aplikasi yang
cara kerjanya sama dengan buku diary , kurasa . Tapi tentu aplikasi ini dijamin
lebih aman daripada buku diary , karena Kau bisa menambahkan password agar
orang tidak bisa sembarangan membaca keluh kesahmu . Dengan kakak se-jahil Luhan
dan pelajaran sekolah yang semakin menyiksa , Aku benar - benar terbantu dengan
adanya aplikasi ini . Setelah beberapa lama berkutat dengan Handphone, Aku
membaringkan tubuhku di atas kasur dan memejamkan mata . Setelah sebelumnya
meletakkan Handphone-ku di atas meja belajar .
∞∞∞
Keesokan
paginya , Aku bangun terlambat . Aku benar - benar tidak punya waktu lagi
bahkan sekedar untuk sarapan . Tapi , mengingat perutku yang sejak kemarin sore
belum kuisi , Akhirnya Aku menyambar dua potong roti dari atas meja makan dan
meminum susu cokelatku seadanya . Kulihat Luhan Hyung baru keluar dari kamarnya
di dekat ruang keluarga dengan rambut acak - acakan sambil mengelap ujung
bibirnya yang mungkin basah akibat-kau-tau-apa . Benar - benar gambaran orang
yang pemalas .
"Kau
mau pergi sekolah Hun ? " Luhan Hyung mulai duduk di kursi dan mengambil
sepotong roti .
"Iya
Hyung . Aku pergi dulu . " Aku menjawab seadanya karena Aku benar - benar
sudah terlambat .
"Eomma....Aku
sudah terlambat , rotinya Aku ambil untuk sarapan di jalan saja ya . Aku
berangkat . " Kudengar Ibuku mengomel entah tentang apa di dapur . Mungkin
tentang 'Tidak usah terburu - buru','makan dulu sarapanmu' dan sebagainya .Tapi
Aku tidak punya waktu mendengarkan omelannya jadi Aku langsung berlari keluar
rumah dengan dua potong roti dimulutku .
∞∞∞
Dengan napas
terengah - engah , Aku berhasil masuk ke kelasku tepat sebelum bel masuk
berbunyi . Setelah duduk di kursiku , mataku langsung mengedarkan pandangan ke
seluruh penjuru kelas mencari gadis yang selama ini kusukai . Aku selalu
menuliskan segala hal yang kuketahui tentangnya di Handphoneku . Pernah , Aku
mengajaknya berbincang dan Aku menulis semua percakapanku dengannya di aplikasi
yang mirip diary di Handphone-ku itu , lengkap dengan fotonya yang kuambil diam
- diam . Tentu , dengan password yang susah dan sangat rumit . Sebab yang
mengetahui kalau Aku menyukainya hanya diriku sendiri dan Tao , temanku . Aku
juga tidak ingin ada orang lain yang mengetahuinya , apalagi Luhan Hyung .
Pasti dia akan mengejekku habis - habisan .
Tunggu
dulu....rasanya ada yang tertinggal . Jangan sampai itu buku tugas-ku . Mulai
kugeledah isi tas ranselku . Hasilnya , semua buku pelajaranku lengkap tidak
kurang dan tanpa cacat sedikitpun . Tugas juga sudah kukerjakan semua . Lalu
apa yang tertinggal ? Aku mulai merogoh - rogoh kantongku
dan......................
"SIALAN
!! HANDPHONE-KU TERTINGGAL DI RUMAH . " Aku tidak sadar kalau Aku
mengucapkan kata - kata itu dengan intonasi yang cukup besar sehingga membuat
beberapa orang teman sekelasku menatapku dengan
pandangan-bisa-kau-kecilkan-suaramu. Seketika badanku lemas . Berbagai bayangan
buruk mulai melintas dikepalaku . Bagaimana kalau Luhan Hyung melihat
handphone-ku dan menggeledah isinya lalu dia menemukan tulisan - tulisanku
tentang gadis itu . Ya Ampun , hanya membayangkannya saja semangat belajarku
hari ini langsung hilang tak berbekas . Yang kuinginkan sekarang adalah bel
pulang cepat - cepat berbunyi sehingga aku bisa memastikan kalau Luhan Hyung
tidak tau apa - apa . Sekarang aku hanya bisa berharap Luhan Hyung tidak tau
passwordnya .
∞∞∞
Dengan
langkah gontai , Aku berjalan masuk ke rumahku . Kulihat tidak ada siapa - siapa
di rumah . Dengan malas Aku mengambil kunci di bawah pot bunga Ibuku . Tempat
biasa Ibu meletakkan kunci jika tak seorangpun ada di rumah . Ibuku benar -
benar konyol , sudah sering Aku meminta Ibuku agar Aku atau Luhan Hyung saja
yang menyimpan kunci rumah . Tapi , Ibuku bersikeras kalau meletakkan kunci di
bawah pot bunga itu aman . Setelah pintu rumah terbuka , Aku langsung
melepaskan sepatuku dan meletakkannya di rak sepatu . Dengan secepat kilat ,
Aku berlari masuk ke dalam kamarku . Lalu,dengan jantung berdebar - debar Aku
mulai memeriksa apa Handphone-ku masih ada di tempatnya . Aku benar - benar
lega saat melihat Handphone-ku masih utuh dan tidak berpindah dari tempatnya
semula di atas meja belajarku . Baru saja Aku ingin mengekspresikan kegembiraanku
dengan berloncat - loncat , tiba - tiba Aku mendengar suara Luhan Hyung di
lantai bawah . Sepertinya dia baru pulang dari kampus .
"Sehun...Kau
sudah pulang ? Kemarilah , Aku membawakan ayam panggang kesukaanmu . "
Mendengar
kata - kata ayam panggang , Aku langsung berlari menemui Luhan Hyung di ruang
makan .
"Maaf
ya Sehun , Hyung tidak tau kalau kemarin hari - harimu benar - benar kacau .
Kalu tau begitu , Hyung tidak akan menyuruhmu mencuci mobil dan menghabiskan
jatah ayam panggangmu . Sekarang makanlah sepuasnya . " Luhan Hyung
berkata dengan lembut . Memang Luhan Hyung orang yang jahil , tapi dia sangat
baik dan perhatian padaku .
"Tidak
apa - apa Hyung , Aku sudah memaafkanmu . " Aku menjawabnya dengan
senyuman yang paling tulus .
"Oh iya
, selain itu , jika kau punya pertanyaan soal cinta jangan segan - segan
bertanya padaku . Seleramu bagus juga ya Hun , gadis itu cocok denganmu .
"
"Baiklah
Hyung . APAAAAA ??? DARIMANA KAU TAU HAL ITU HYUNG ? " spontan , aku
langsung menghentikan acara makan - makanku . Kulihat Luhan Hyung tersenyum
jahil .
"Tentu
dari diary-mu Oh Sehun ." terdengar nada mencemooh di suara Luhan Hyung .
"HYUUUUNG
!!! DARIMANA KAU TAU PASSWORDNYA !! " Luhan Hyung mengedipkan sebelah
matanya padaku dan beranjak pergi ke kamarnya dan menutup pintunya.
Ya Tuhan ,
Aku benar - benar harus mengganti passwordnya .
THE END
Hahahaa....gimana readers sama ff
baru gue? Agak aneh ya ? Sebenernya ff ini terinspirasi dari kejadian yang gue alamin . Jadi gini , waktu itu kakak sepupu gue nanyain pin salah satu akun gue
dan dengan lancarnya Bokap nyebutin pin itu terus pas gue nanyain
dari mana Bokap tau sama pin itu , Bokap gue malah jawab
"Jangankan pin itu , password handphone kamu aja papa tau . " dan gue bener - bener shock ngedengernya . Eh..kok gue malah jadi curcol gini ya ? sorry reader v(^_^). NO SILENT
READER PLEASE . Sampai jumpa di ff selanjutnya ^^ #buru-buru ganti password
handphone.

thor....ff nya kocak tapi kependekan...
BalasHapusHunHan <3<3<3<3<3
oh ya...saran buat author, mending penggambaran suasana atau kegiatan sehun nya itu dikurangi, soalnya jd panjang trus ga fokus sama pokok permasalahannya, Password....trus, keberadaan Luhan nya kurang berasa.....
hahaha.....dasar author bocah!! tapi bagus sih ide kyk gitu, pengalaman sndr pula.... (Y)
Next ff ditunggu......
keep writing ne.... ^^
Sarannya diterima ;D ....Kalau masalah luhan,emang author awalnya cuma mau bikin dia jadi pemeran pembantu(bukan pembantu dalam arti sebenarnya XD)..kok tau athor bocah ??? ini T**a ya :) ?? wkwkwkwkwk...yang pasti,makasih udah berkunjung dan komentar..uri leader :)
BalasHapusHahahaha.... Sehun kok bisa pelupa kaya lay gitu? Ffnya kocak bgt hahahaha.... Keep writing ff ya thor... klo bsa hunhan hihihi...
BalasHapusHuaa ><...makasih banyak annisa,sudah mau meninggalkan jejak *deep bow
HapusMaaf ya,baru bisa balas komentarnya sekarang,maklum lah aku terlalu sibuk dengan real life hehe..
Sekali lagi, thank you !! Tetap ditunggu ya ff dari aku ;)