Jumat, 22 April 2016

Between My Medical Student Life and BTS's Forever Young






Forever Young....


Aku merasa sedikit emosional saat membaca kata - kata itu. Aku memang baru saja menyukai kata - kata itu beberapa jam yang lalu, setelah menonton MV BTS (Yeah,kpopers right ?). Tenang saja, aku disini nggak akan ngebahas soal BTS maupun review MV. 

Mungkin ada beberapa dari kalian yang berpikir setelah ngeliat judul postingan ini. Apa hubungannya ? Kehidupan mahasiswa kedokteran dengan lagu Forever Young ? 

Maksud aku disini bukan membandingkan antara lagu Forever Young sama kehidupan mahasiswa kedokteran, karena of course, Forever Young lebih menceritakan tentang kehidupan mereka (BTS) sebagai idol. Tapi, setelah kalian memahami makna dari liriknya. Kalian bakal sadar dan menganggap judul postingan kali ini tidak nyeleneh lagi.

Benar - benar Rap Monster, berhasil membuatku ubah haluan jadi nge-bias-in dia. Walaupun, benar - benar susah untuk memilih bias di BTS. But, with this song, Rap Monster make me realize how smart he is to make the arrangement, and especially the lyrics. I like boys that can write. They seem more romantic than the other boys. So, yeah.. here we go.

Lagu BTS ini bener - bener keluar bertepatan dengan Aku yang lagi merasa putus asa dan ingin berhenti buat mengejar mimpi menjadi dokter (Dan entah kenapa, liriknya pun benar - benar "ngena"). Aku memang gagal jadi mahasiswi kedokteran umum, tapi malah melenceng jadi mahasiswi kedokteran gigi. Walaupun, kehidupan antara mahasiswa kedokteran umum dan kedokteran gigi beda - beda tipis. 

Awal aku masuk kuliah, aku memang ngerasa malas, karena siapa coba, yang tidak kecewa kalau impiannya kandas walaupun dia akhirnya menjalani kehidupan yang sebelas dua belas sama apa yang dia impikan. But, It's a well known fact that every things in this life (not only about college) never always works with your plan, even your condition (mengutip dari blog sebelah, si teman yang  sekarang mengubah namanya. XD). Jadi, aku berusaha menjalani kehidupan kuliah se- ikhlas mungkin. Walaupun, setiap ada cacat sedikit aku pasti akan langsung kesal dan bertekad "Aku harus ikut SBMPTN lagi tahun depan". Yang pada akhirnya aku akan selalu berpikir betapa malasnya aku ikut les sana sini lagi hanya untuk mengulang SBMPTN yang cuma 1 hari dari 366 hari yang kamu punya dalam tahun ini. Useless.

Awal blok 5 bulan lalu, IP semester 1 aku akhirnya keluar. Dan setelah ngeliat hasilnya. Damn ! I never feel this disappointed in my life. Hasilnya mengecewakan. Aku mulai berpikir, apa yang salah ? Aku jelas tidak terima dengan nilai segitu. Aku tidak pernah remedi setiap ujian blok, selalu aktif di tutorial, sementara, teman - temanku yang setiap ujian bloknya remedi  bahkan dapat nilai E sekalipun, punya IP yang lebih bagus dariku. Yang lebih membuat aku tidak terima, IP-ku bahkan sama saja dengan teman - teman satu kelompok tutorku yang hanya diam dan menumpang duduk di dalam ruang tutor. What the hell !!

Sejak saat itu, Aku mulai malas - malasan. Saat dosen menerangkan pelajaran. Aku ngobrol, main game tidak seperti biasanya. Aku tidak mencatat sama sekali. Dan puncak dari semua ini dimulai saat ujian Blok 5 beberapa hari yang lalu. Aku merasa, percuma belajar, kalau nilai kamu toh, cuma segitu - segitu aja. Jadilah aku belajar dengan ogah - ogahan.

Hari pertama ujian, aku lalui dengan sedikit perasaan mengganjal di hati. Serasa ada yang aneh, entah itu karena ada beberapa soal yang aku ragukan jawabannya atau ada hal lain yang menggangguku.

I stand on the middle of the hot, empty stage
And suddenly I feel so afraid of the void
These mixed feelings
With my life on the line
I pretend to be careless

H-1 menjelang ujian hari kedua aku benar - benar ngerasa lost dan bingung entah karena apa. Aku mulai merenung. Apa ini karena aku yang menolak kenyataan ? Menolak kalau IP aku rendah dan mulai ogah - ogahan belajar ? Aku bingung, ada sedikit rasa bersalah dan penyesalan di hatiku. Tapi rasa itu kutujukan buat siapa ? Aku berusaha mengacuhkan perasaan itu dan main - main lagi, baca webtoon, buka sosmed sampai akhirnya udah waktunya makan siang.

Selesai shalat zhuhur, bukannya tenang aku malah mulai merasakan hal itu lagi. Rasa mengganjal dan menyesal yang membuat dadaku sesak. Ditambah lagi aku cuma ada di dalam kamar kos - kosan yang kecil dan penuh dengan barang - barangku. Aku mulai berpikir lagi. Apa karena aku nggak belajar ? Jadi dengan malas - malasan aku mulai membuka buku dan membaca beberapa materi untuk ujian. Tapi semua cuma bertahan setengah jam, Aku mulai mengacuhkan perasaan itu lagi dan kembali main - main.

Sampai kira - kira jam 5 sore, hujan lebat turun di daerah kos - kosanku. Aku tiba - tiba merasa ingin menelepon ibuku. Jadi, aku mengambil handphone dan mulai bercerita dengan ibuku. Kira - kira setelah 15 menit, Aku mulai mengeluh pada ibuku, jadilah aku mengatakan kalau hari ini perasaanku tidak tenang sama sekali. Aku mulai menceritakan semuanya. Semua yang aku pikir merupakan awal mula dari rasa sesak di dadaku.

Trying to comfort myself
I tell myself the world can’t be perfect
I start to let myself go
The thundering applause, Ican’t own it forever
The thundering applause, I can’t own it forever

Ibuku bilang "Kalau kamu sedih dan masih memikirkan masalah IP mu, yang ada malah kamu yang nantinya sakit. Sekarang coba tenangkan dulu dirimu, nanti selesai Magrib coba kamu buka buku, berdoa, siapa tau kamu jadi fokus belajar. Kalaupun nantinya nilai kamu jelek, nggak apa - apa. Yang penting kamu udah belajar. Semangat !! Katanya mau jadi dokter ". 

Berbekal dari kata - kata Ibuku tadi, sedikit pikiranku mulai terbuka. Mungkin selama ini jalan yang aku hadapi terlalu lurus dengan rintangan yang kalaupun ada cuma sedikit. Aku mulai meyakinkan dalam hati kalau hidupku nggak mungkin terus - terusan berjalan lancar tanpa hambatan.

I tell myself, so shameless
Raise your voice higher
Even if the attention isn’t forever, I’ll keep singing
I want to stay this way for life
I want to stay young forever

Setelah lama merenung aku mulai sadar, betapa tidak tau malunya aku mengeluh pada orangtuaku yang bahkan selama ini tidak pernah sekalipun mengeluh dengan segala permintaan dan kelakuan kekanak - kanakanku. Pilihan untuk jadi dokter ini semua adalah pilihanku sendiri. Jadi, aku harus siap dengan segala resiko dan apapun hal yang akan aku hadapi nantinya. 

Forever we are young
Under the flower petals raining down
I run, so lost in this maze
Forever we are young
Even when I fall and hurt myself
I keep running toward my dream

Biarpun nantinya resiko itu akan menghancurkanku, membuatku rusak sedikit, tapi tidak apa - apa. Aku akan memperbaiki semua kerusakan itu nanti. Saat aku berhasil menggapai semua mimpiku. Aku sadar, rasa bersalah tadi sebenarnya adalah rasa bersalah yang aku tujukan untuk diriku sendiri. Tega - teganya aku mematikan mimpiku sendiri, menyerah di waktu yang bahkan belum seberapa untuk aku mencapai semua yang aku impikan untuk tercapai. 

Selama memikirkan hal itu, Aku tidak sadar ternyata aku mulai menangis sesenggukan. Di tengah hujan deras, benar - benar melankolis dan bukan gayaku. Tapi beginilah akhirnya, Aku duduk di atas kursi tempatku belajar sambil menangis. Memikirkan betapa kurang ajarnya aku mengeluh pada orangtuaku, betapa kurang ajarnya aku mengeluh pada mereka yang selalu berusaha memenuhi kebutuhanku. Betapa tidak tau malunya aku pada pasienku di masa yang akan datang. Karena, bagaimana aku bisa meyakinkan dan menyembuhkan pasien kalau aku sendiri menyerah untuk menyembuhkannya.

Dengan semua pemikiran yang berkecamuk itu, Aku mulai berteriak sambil masih terus menangis sesenggukan "Semangat !! Semangat demi impianmu ! Demi orangtuamu ! Demi pasien masa depanmu ! Semangat" Aku tidak peduli jika kakak kos-ku bingung karena aku berteriak - teriak sendiri di dalam kamarku. Untung suara hujan yang deras itu agak meredamnya. Setelah shalat magrib dan berdoa (sambil tetap menangis) Aku mulai membuka buku dan belajar sepenuh hati , bukan hanya untuk ujian, tetapi juga untuk segala mimpi - mimpiku.


Forever ever ever (dreams, hopes, forward, forward)
Forever ever ever ever We are young
Forever ever ever (dreams, hopes, forward, forward)
Forever ever ever ever We are young


Ps : Thanks Rap monster for arranging such a beautiful and deep meaning song ! I'll always support you !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The Universe

Milky Way Planets

The Hottest Star in Milky Way

My Identity In Earth