Cast : Lay , Vei(OC)
Rating : T
Genre : Drabble,
Romance (this is real), Fluff
(A/N) : Hello !!
Author kembali membawa dua drabble..Maaf kalau drabble sebelumnya membuat perut
reader bergejolak menahan sakit ;D Maafin author ya ? Apa ??? Nggak Mau ?? Ya
udah , Author kasih ff ini sebagai permintaan maafnya . Check this out !! NO SIDER PLEASE !! NO PLAGIAT !!
You have to fall before falling in love..
"Vei , Kau pulang denganku ya ? "
Sudah sepuluh menit Lay membujuk gadis yang dipanggil Vei
itu agar mau pulang dengannya . Dia berusaha menyamai langkah kaki Vei sambil
mendorong sepeda motornya .
"Vei , please ..Kau
masih marah padaku ? " Vei menghentikan langkah kakinya , membuat Lay juga
berhenti mendorong sepeda motornya .
"Kalau sudah tau , untuk apa kau bertanya padaku
!!" Vei menjawab dengan ketus , gadis ini memang punya sifat yang tidak
semanis namanya .
"Kau marah karena apa ? Apa karena Aku tidak menolongmu
tadi ?" Vei mengangguk pelan.
"Vei , jatuh di depan kantor guru itu tidak terlalu
buruk . " Lay tersenyum lembut pada Vei .
"Dan ditertawakan oleh adik kelas juga tidak buruk maksudmu
!! Jelas - jelas Kau ada disampingku , tapi Kau hanya diam dan tidak ada niatan
sedikitpun untuk menolongku !" Muka Vei memerah menahan amarah .
"Vei, Aku tidak ingat kau ada di sampingku .
Lagipula,tadi Aku membelakangimu . Aku benar - benar lupa kalau Aku sedang
berjalan denganmu " Lay balas menjawab dengan muka polosnya . Kalau ini
tidak di tepi jalanan umum , pasti Lay hanya tinggal nama .
"Tidak adakah alasan yang lebih realistis Tuan Zhang ??
Dan..Ya ampun !! Kau harus memeriksakan kepalamu ke dokter ! Jangan - jangan
otakmu sudah meninggalkan tempatnya ." Vei menjawab
dengan nada frustasi .
Frustasi akan kepikunan Lay .
"Okay,okay
Aku hanya bercanda . Kau mau tau alasanku yang sebenarnya ?" Lay menatap
mata Vei serius .
"Apa ? Agar Kau punya bahan untuk mengejekku ? "
"Bukan . Mana mungkin Aku setega itu padamu . "
"Lalu Apa alasanmu ? " Vei melipat tangannya di
depan dada sambil menatap tajam ke arah Lay .
"Aku ingin kau mengatakan 'Aku Mencintaimu' padaku
."Lay tersenyum lembut sambil memamerkan dimple-nya , membuat Vei menahan napas saat menatapnya .
"Apa maksudmu ? " Vei menjawab sambil mengontrol
debaran tak beraturan di jantungnya.
"Setiap orang harus jatuh sebelum jatuh cinta . Dan
setiap orang harus jatuh cinta sebelum mengatakan 'Aku Mencintaimu' "
.
.
.
.
Good Luck ,Vei..Semoga
jantungmu baik - baik saja .
THE END
(A/N) : Demi apa ??
Ini pertama kalinya gue ngegombal wkwkwk :D Semoga reader semua suka :*
Komentar juseyo..

makin ke sini kata-kata yang author ciptakan makin mudah dimengerti . .
BalasHapusceritanya so sweet ya,
ini beneran real story ny author ???
ternyata bocah bisa falling in love juga y :D #peace
Terimakasih T_T *air mata bahagia
HapusMakasih lagi T_T
Nggak..real story author ngggak pernah semanis ini(eh) real story author banyakan asem dan pahit*maaf curcol
Bocah kan sekarang udah gede :D
hey hey, you are tagged on mine.
BalasHapuscheck this out !!! : http://zenjiroo.blogspot.com/2014/10/got-versatile-blogger-award.html