Jumat, 22 April 2016

(1/2) White




Cast       : Baekhyun x Joohyun (OC or Irene RV - I kinda like Baekrene now, dunno)


Baekhyun ingin lepas dari Joohyun barang satu minggu saja,
Tapi, hatinya sudah terlanjur terborgol dengan hati Joohyun
.
.
"Sial !"


Baekhyun menghela napas entah untuk yang keberapa kalinya siang ini. Mungkin sudah tiga puluh kali ? Seokjin yang duduk disampingnya saja sudah jengah mendengarnya. 

"GOD !! Kau berisik sekali ! Suara napasmu menganggu ketenangan jiwaku. Niatnya aku ke perpustakaan untuk mencari bahan skripsi. Kau sih enak ! proposalmu sudah diterima. Lalu aku ? Kau tidak kasihan dengan sahabatmu sendiri ?" Seokjin meledak setelah sekian lama menahan emosinya.

"Maaf " Baekhyun menjawab dengan wajah datar.

Merasa tekanan darahnya akan makin naik jika berada di sekitar Baekhyun, Seokjin memutuskan keluar dari perpustakaan sambil mengucapkan beberapa umpatan untuk Baekhyun.

Baekhyun hanya memandang datar kepergian sahabat sehidup sematinya itu. Ia tidak berminat minta maaf ataupun mengejar Seokjin karena ia yakin dengan mengajak Seokjin pergi ke beberapa restoran baru sudah cukup untuk membuat amarah sahabatnya itu padam. 

Untuk yang ke-tiga puluh satu kalinya Baekhyun menghela napas sambil menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Getaran dari saku belakang celana jeansnya membuat Baekhyun berjengit kaget. Dengan ogah - ogahan ia mengambil benda tipis itu dari sana.

From : Cabbage Joo :*
Aku sudah membuatkanmu bekal. Kutunggu di tempat biasa. Hmm..kita belum resmi putus, jadi apa salahnya makan denganku ? I'll wait ya ({})

Baekhyun menghela napas (lagi !) sambil memukulkan keningnya ke meja perpustakaan. Menimbulkan suara gedebuk keras yang membuat beberapa orang disekitarnya menoleh prihatin pada Baekhyun.

"Kenapa ya dia ? Aku rasa proposalnya ditolak oleh dosen pembimbing." Seorang perempuan berambut merah menyala berbisik pada temannya yang berambut hitam legam.

"Memang dia mahasiswa tingkat akhir ? Bukannya dia Kim Taehyung ? Anak tahun pertama Jurusan Kriminologi itu ?" Balas temannya sambil berbisik juga.

"Bukaan ! Wajahnya memang mirip, Dia itu senior kita, Byun Baekhyun. Kekasih Joohyun eonni" Sahut si perempuan berambut merah menyala.

Baekhyun yang mendengarnya hanya bisa mendesah lelah. 

Joohyun. Orang yang mengiriminya pesan tadi.

 Kekasihnya sejak duduk di kelas satu Sekolah menengah. Satu - satunya wanita yang tahan dengan kecerewetan Baekhyun. Satu - satunya orang yang tahan dengan sikap Baekhyun yang kekanakan. Orang yang telah membuat Baekhyun menjadi seperti mesin penyedot debu rusak yang bukannya menyedot debu, malah mengeluarkan debu dan membuat orang sekitarnya jengah (Seokjin, misalnya)

Baekhyun berdiri mendadak, membuat dua orang perempuan yang sedang saling berbisik tadi terkejut mendengar suara derakan kursi tempat Baekhyun duduk. Dengan canggung, mereka berdua berpura - pura membolak - balik buku agar tidak ketauan baru saja membicarakan Baekhyun. 

Dengan wajah lesu dan kaki yang diseret, Baekhyun berjalan keluar dari perpustakaan menuju tempat  Joohyun menunggunya. Sepanjang perjalanan, Baekhyun menyesali kata - kata yang sudah diucapkannya pada Joohyun satu minggu yang lalu.

Satu minggu yang lalu

Baekhyun menggandeng tangan Joohyun dengan senang sambil sesekali menggoyang - goyangkannya ke udara. Membuat Joohyun mau tak mau tersenyum geli.

"Aku akan membelikanmu apaaaa saja yang kau mau hari ini ! " Baekhyun kelihatan gembira sekali setelah akhirnya proposal skripsinya diterima.

"Kau yakin ?? Aku akan minta banyaaak sekali barang, sampai uang bulananmu habis"

"Aku yakin ! Untuk kekasihku yang cantik ini aku akan memberikan apaa saja." Baekhyun mencubit hidung Joohyun gemas."Jadi kau mau apa ? Katakan padaku " lanjut Baekhyun.

"Aku tidak minta apa - apa Baek. Aku sudah sangat senang saat tau proposalmu diterima. Itu saja sudah cukup bagiku." Joohyun tersenyum manis sambil menatap Baekhyun.

"Tidak, tidak.. Kau harus minta sesuatu padaku Joo" Baekhyun menyahut sambil menggelengkan kepala tidak setuju.

"Tidak apa - apa Baek, Aku tidak mau kau memaksakan diri membelikan sesuatu bagiku hanya karena proposalmu diterima."Joohyun balas menggelengkan kepalanya.

"Aku tidak memaksakan diri, Aku memang sudah berniat membelikanmu sesuatu. Ayolaah ! Apa yang Kau mau ? katakan saja." Nada suara Baekhyun mulai memaksa. Ia merasa selama enam tahun berpacaran hanya Joohyun yang memberikannya segalanya, sementara Ia hanya menerima segala hal yang diberikan Joohyun tanpa membalasnya. Jadi dia ingin sekali ini saja untuk membalas semua sikap baik dan manis Joohyun. 

"Serius Baek, Aku tidak mau apa - apa. Kau baru saja membelikanku sepatu saat ulang tahunku yang lalu."Joohyun mengelus pipi Baekhyun sayang.

"Demi tuhan Bae Joohyun !! itu 7 bulan yang lalu !! Berhentilah jadi kekasih yang terlalu perhatian dan baik seperti ini Joo!! Aku ingin kau menuntutku sesekali" Baekhyun mulai meninggikan nada suaranya.

"Baek..Baekhyun ? Kau baik - baik saja ?" Joohyun menjawab takut - takut.

"Aku muak Joo !! Berhentilah jadi terlalu baik ! Aku merasa bosan dan jengah enam tahun ini ! Hubungan kita terlalu datar! Kau bahkan tidak pernah meneriakiku ! Saat aku melupakan hari jadi kita, kau memaafkanku ! Saat aku lupa kalau kita punya janji bertemu dan Kau menunggu selama tiga jam, Kau memaafkanku ! Bahkan !! Saat aku selingkuh dengan Taerin Kau juga memaafkanku !! Aku jadi bingung, apa kau sebenarnya tidak mencintaiku selama ini atau memang dasarnya Kau yang terlalu polos dan naif sampai - sampai sudah diperlakukan sedemikian rupa olehku kau masih bertahan ? " Baekhyun mengucapkan segala hal yang mengganjal di pikirannya selama enam tahun ini pada Joohyun

"Baek..bukan itu maksudku " Joohyun berusaha menggapai tangan Baekhyun yang berdiri di depannya.

"Terserah apa katamu ! Aku bosan. Aku mau kita putus." Baekhyun menepis tangan Joohyun sambil membalikkan badannya dan berjalan menjauh dari tempat Joohyun berdiri diam. 

Setelah kira - kira berjalan sepuluh langkah, Baekhyun mendengar suara teriakan di balik punggungnya.

"BYUN BAEKHYUN !! KAU AKAN KEMBALI PADAKU TEPAT SATU MINGGU DARI SEKARANG. AKU TIDAK MENERIMA KEPUTUSAN SEPIHAKMU !! KAU LIHAT SAJA NANTI ! BERSIAP - SIAPLAH" 

Baekhyun merinding sekaligus senang saat mendengar teriakan itu (Akhirnya keinginannya diteriaki Joohyun terkabul). Ada sedikit perasaan menyesal saat mengingat betapa kasarnya kata - kata yang diucapkannya pada Joohyun tadi. Tapi, Baekhyun hanya menghela napas dan melanjutkan perjalanannya ke arah yang berlawanan dari Joohyun


Disinilah Baekhyun sekarang, di taman depan kampus. memerhatikan Joohyun "mantan" kekasihnya dari jauh.  Joohyun masih sama seperti satu minggu kemarin, rambut cokelat sepunggungnya, Dress selutut warna soft pink dan sepatu converse putih hadiah Baekhyun 7 bulan lalu. Ditambah kotak bekal warna biru muda yang selalu diberikannya pada Baekhyun setiap makan siang enam tahun belakangan.

Menarik napas dalam - dalam, Baekhyun mulai melangkah ke arah Joohyun duduk. Ia sudah bertekad untuk minta maaf pada Joohyun atas segala tingkah konyolnya satu minggu yang lalu. Ia sadar, seharusnya ia bersyukur punya kekasih yang AMAT SANGAT perhatian seperti Joohyun. Tega - teganya dia menghardik Joohyun dengan kata - kata kasar satu minggu yang lalu.

"Hai Baek " Joohyun tersenyum sangat manis, senyum yang sama seperti yang Baekhyun selalu lihat selama enam tahun mereka menjadi kekasih.

"Hai juga Joo" Joohyun menggeser badannya sedikit, memberikan tempat untuk Baekhyun duduk di kursi taman itu.

"Aku minta maaf Joo. " Baekhyun berkata setelah sebelumnya membersihkan tenggorokannya dengan suara batuk kecil.

"Untuk apa Baek ?" Joohyun tertawa . Tawa yang sedikit mengejek menurut Baekhyun.

"Kau tau....Tingkah kekanankanku satu minggu lalu." Baekhyun sedikit menunduk. Merasa agak malu mengingat kejadian itu kembali.

"It's Okay ....Aku yakin kau akan kembali padaku..oleh karena itu aku bersikap seperti tidak ada apapun yang terjadi antara kita satu minggu ini." Baekhyun ingat, Joohyun masih duduk didekatnya saat ada kuliah, masih memberikannya bekal setiap hari, masih meneleponnya setiap malam dan mengucapkan selamat tidur selama satu minggu ini.

"Aku mengenalmu hampir sepuluh tahun Baek, Aku tau betapa moody-nya dirimu. Aku tau satu minggu yang lalu itu kau tidak benar - benar serius. Walaupun, saat kau mengungkit - ngungkit masalah Taerin jujur aku agak kesal." Joohyun mengerutkan alis matanya.

"Maafkan aku..Aku janji tidak akan menyakitimu lagi Joo.." Baekhyun sedikit menggantung kata - katanya, sebelum kembali bicara dengan penuh keyakinan.

"So, we are dating again ?" Baekhyun menggenggam tangan Joohyun.

"Of course, we never break up though" Joohyun balas menggenggam tangan Baekhyun.

"I love you to the moon and back Joo." Baekhyun tersenyum tipis pada Joohyun.


Baekhyun ingin lepas dari Joohyun barang satu minggu saja,

Tapi dia sadar, semua itu sia - sia karena hatinya sudah terlanjur terborgol dengan hati Joohyun


-The End-

Author's note :

Long time no see my dearest reader. Maafkan aku, hampir satu tahun menghilang dari peradaban. Balik - balik malah posting curhatan gaje (wks). Sebenernya sih..ff ini khusus aku buat untuk my best chairmate ever, my best big sist, my superb bestfriend  yang baru saja menempuh usia baru. Congrats on your aging dude (Just to remind you, you'll be twenty soon, and i'm still in my teenage years here wkwk..peace v) !! Sorry, karena telat ngasih ucapan selamat. Tapi serius, itu semua tidak disengaja. OTL OTL. Maafkan aku Bundoo. Jadi inilah hadiah yang sudah aku janji - janjikan sejak satu minggu yang lalu. Aku sengaja pakai cast Irene di sini Because, i think somehow your personality is a little bit same with her. Cast cowoknya tentu saja biasmu si cabe merah Byun Baekhyun. Maaf kalau seandainya gaya penulisanku agak berubah. God !! Hampir setahun loh aku nggak nulis. Pokoknya semoga kamu puas dengan hadiahku yang tidak seberapa ini ( setidaknya hadiahku lebih keren dari hadiahmu satu bulan yang lalu Dude !). 

Oh, Guess what, if you look at the tittle carefully you'll realize something.....

I make two fanfiction for you XD. But, I can't promise you when i will upload it because, the second fiction is a little bit difficult to make. The storyline is really hard to make (seriously).

So,just wait n see !! (You MUST leave your comment here dude, Or i won't post the second fanfiction forever ,I'm not joking !!)

Bonus Pic for your byuntae heart ( Guess who is the girl in the second picture) :

2 komentar:

  1. Cipaaaa~~~~
    Thank you very much for the present >•<
    Duh so sweet kali kado nya ff baekie~~❤❤❤
    Setelah penantian reader setia mu ini, akhirnya update juga hahaha...
    Dan cast nya baekhyun haduh sudah lah hidup ini .-.

    Emangnya dira mirip irene sifatnya?? Masak?? Kok nggak yakin ya heheh,, goddess kayak gitu jangan lah di compare sama diriku yang nggak ada apa" nya ini T^T

    Dan apa maksudnya present dira buat cip nggak ada apa"nya??-,-
    Tau nggak iti tu dengan niat sepenuh hatti bikinnya mah, niat agar cip kalau merasa kesepian kan bisa cigap" present dira t -,,-
    Yodah lah -___-

    Lanjut masalah ff nya,emang keliatan sih wb ny, agak kaku gitu kesannya. Tapi maklum itu, udah berapa tahun nggak nulis" kan hmmm
    Trus plot nya sederhana sih dan nggak ribet", cuman kurang complicated jadi nggak berasa jedarrrr nya, tapi berhubung baekrene gpp lah ya hahahah..
    Hoooh ya typo rasanya nggak liat sih tadi, tapi nggak tau ya soalnya dira nggak fokus ke situ, lebih fokus ke plotnya

    Kay that's what i can comment cip, i hope it's not really long and bored heheh
    I miss to be your seatmate again T^T huhuhuuuuu....
    You don't know how much miss you and obvioulsy BOMB....
    One more time, thanks for this present dude, you're the best !!!

    P.S: I'll wait your next update, as your promise!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Daku akan usahakan yang kedua nggak kaku lagi sud...
      Sedih syifa masalah wb ko ha T.T
      Miss you too sud !! :*
      Just wait n see kayyy..

      Hapus

The Universe

Milky Way Planets

The Hottest Star in Milky Way

My Identity In Earth