Jika Kau mencari seseorang bernama Kim Taehyung di Seoul Senior High
School,
Aku berani bertaruh, Kau akan mudah menemukannya
Bagaimana tidak ? Dia adalah makhluk paling aneh di sekolah
Tingkahnya juga sedikit berlebihan, maksudku.... SEDIKIT berlebihan
Julukannya adalah All Zero Alien
Cast : Kim
Taehyung and Byun Baekhyun or, should i
say BTS ft. EXO ?
NO SIDER PLEASE!! NO
PLAGIATOR PLEASE !! DON'T LIKE THE CAST DON'T READ !! I WARN YOU !
"TIDAAAKK !!"
Semua murid di kelas
3-1 melengah ke sumber suara teriakan di pagi hari yang cerah ini. Setelah
melihat siapa pelakunya, semua orang kembali mengerjakan urusannya masing -
masing.
Lima menit yang lalu, mereka baru saja menerima hasil
ulangan matematika, atau bisa kusebut hasil ulangan dari ulangan - ulangan
pelajaran kelas 1, berhubung mereka akan
segera mengikuti ujian akhir.
"What the Hell
!! Taehyung, bahkan di bab tentang
logika matematika yang termasuk bab paling mudah dalam pelajaran matematika dan
sudah kita ulang - ulang dari kelas 1 kau masih dapat nilai nol ?? You Dumbass All Zero Alien!!"
Namjoon si ketua kelas memberikan tatapan meremehkan pada Taehyung.
Bukannya membalas perkataan Namjoon yang menusuk hati,
Taehyung malah memikirkan nasibnya di rumah nanti. Sudah dua bulan ini dia
dikurung di rumahnya. Maksud dikurung di sini adalah Ia tidak diperbolehkan
keluar rumah kecuali pergi ke sekolah. Ayah dan Ibunya mengatakan kalau sampai
dia mendapatkan nilai nol lagi dalam pelajaran matematika, Ia akan dikurung di
kamarnya ( yang mana hal ini bahkan lebih buruk lagi) dan akan diikutkan les
privat dengan Park Chanyeol, teman kuliah kakak laki - lakinya
Baekhyun-Cebol-yang-Menjengkelkan.
Sebenarnya, Taehyung tidak masalah dengan hal tersebut, tapi
besok malam Kim Junmyeon anak kelas sebelah yang uang ayahnya tidak akan habis
sampai turunan kedelapan itu akan mengadakan pesta ulang tahun. Sempat beredar
desas-desus yang mengatakan, kalau pesta itu akan diadakan di Ballroom hotel
termewah di Seoul. Walau sebenarnya, Ia hanya mengadakan acara itu di mansion pribadi keluarganya. Kim
Junmyeon juga hanya mengundang beberapa anak yang menurutnya memiliki status
sosial sama dengan dirinya.
Dan beruntungnya
Taehyung, Ia diundang secara pribadi oleh Kim Junmyeon dua hari yang lalu.
Walaupun Ia tidak yakin, apa alasan Kim Junmyeon mengundangnya. Ia bukan teman
Kim Junmyeon, setiap bertemu pun mereka hanya saling bertukar kata hai, halo,
selamat pagi, selamat siang dan berbagai kata sapaan lain. Ia juga merasa status
sosialnya tidak setinggi Kim Junmyeon. Ia hanya anak dari- Oh ya ! Ayahnya
adalah Manager Pemasaran di perusahaan milik keluarga Kim Junmyeon. Well,
semuanya mulai masuk akal di pikiran Taehyung.
"Namjoon, kasar sekali mulutmu !! Kau tidak lihat, wajah
Taehyung semakin lama semakin mirip dengan orang gila yang putus cinta."
Jimin menunjuk ke arah Taehyung yang duduk dengan kepala menengadah dan mulut
terbuka di sampingnya.
"Uhh..Sorry
Taehyung, Aku hanya tak habis pikir dengan isi kepalamu itu. Kenapa kau begitu
lemah di pelajaran matematika ? Sementara, Aku lihat kau tidak mengalami
kesulitan yang berarti di pelajaran dengan angka yang lain. Pantas saja Kau
dijuluki All zero..." Namjoon terus berceloteh. Sementara, Taehyung masih
mengacuhkannya.
Sumpah ya !! Ia memiliki masalah yang lebih rumit
(menurutnya) daripada harus mendengar ocehan Namjoon yang tidak bermutu itu.
Tiba - tiba ada yang memukul kepalanya dari belakang sambil berteriak - teriak
"Earth to Taehyung !! Earth to
Taehyung ! Apa kau masih bisa mendengarku atau kau sudah terbang jauh
kembali ke planet asalmu ?"
Taehyung terlonjak "Diam kau Oh Sehun ! Kau malah
semakin membuat pikiranku bertambah kusut ! Apa- apaan Kau memukul kepalaku ?
Kau mau membuatku benar - benar menjadi All Zero di semua mata pelajaran Hah
!!"
Sehun terdiam selama beberapa saat "Akhirnya kau mau
menyahuti perkataanku. Kau sudah mengacuhkan kami dari sepuluh menit yang lalu!
Kau hadir kan ke pesta ulang tahun Junmyeon ?" Kau akan dikucilkan orang
lain jika kau tak datang ! Banyak orang yang berharap diundang olehnya. Oh man ! Bahkan Kau diundang secara
pribadi, Hei ! Apa dia menyukaimu ??"
Namjoon , Jimin dan Taehyung langsung memasang wajah jijik.
"Hell no !!
Sehun, Aku masih normal. Aku ulangi ya ! AKU MASIH NORMAL !! Jangan - jangan
Kau yang menyukai Kim Junmyeon !" Taehyung bersungut - sungut mengucapkan
kalimat itu sambil bangkit dari kursinya. Dasar Oh Sehun ! Dia masih mengincar
adik kelasnya yang cantik itu, enak saja dia mengatakan Taehyung menyimpang.
"Tenang ! Tenang ! C'mon
I'm not serious with that.." Sehun menepuk - nepuk bahu Taehyung.
"Jadi, Kau pergi tidak Tae ?" Jimin bertanya,
membuat Namjoon dan Sehun melirik ke arah Taehyung yang sudah kembali duduk di
kursinya.
"Aku akan pergi. Aku pasti pergi apapun yang terjadi.
Aku tidak mau dianggap sombong oleh anak - anak lain yang tidak diundang
Junmyeon. Apalagi ayah Junmyeon itu atasan ayahku, bisa saja Ia meminta ayahnya
memecat ayahku." Taehyung bergidik ngeri membayangkannya.
"Kau berlebihan, tidak mungkin Kim Junmyeon sejahat
itu. Aku yakin." Sahut Sehun.
Saat Taehyung ingin membalas ucapan Sehun, Jongdae berteriak dengan suaranya yang bisa
membuat gendang telinga putus "Cha
seonsangnim datang !! " membuat Namjoon dan Sehun lari terbirit - birit ke
tempat duduknya masing - masing.
Taehyung hanya menghela napas. Pelajaran matematika segera
dimulai setelah Cha seonsaengnim masuk ke kelas. Ia berharap, pelajaran yang
menurutnya menyiksa otak polosnya ini segera selesai.
***
"Aku pulang !!" Taehyung masuk ke rumahnya dengan
wajah lesu. Baekhyun yang niat awalnya ingin mengajak Taehyung adu mulut pun
merasa 'iba'.
"Biar kutebak !" Baekhyun memasang pose berpikir
yang berlebihan, membuat Taehyung memutar bolamatanya kesal.
"Kau pasti mendapatkan nilai nol lagi di ulangan
matematikamu !!" Taehyung terbelalak kaget mendengar apa yang dikatakan
Baekhyun. Benar - benar tepat sasaran.
"Ding dong..Aku pasti benar kan ?? IBU !! ANAK IBU, KIM
TAEHYUNG ALL ZERO ALIEN MENDAPATKAN NILAI NOL LAGI DI ULANGAN MATEMATIKANYA
!!"
Baekhyun berteriak,
membuat Ibunya yang ada di dapur kaget setengah mati.
Ibu Taehyung dan Baekhyun langsung pergi menemui Taehyung di
ruang tamu.
"Apa benar yang dibilang hyung mu ini Tae ?"
Taehyung menelan ludah gugup.
Terkutuklah Baekhyun cebol dengan mulut dan suaranya itu.
"Ti-tidak Bu !! Baekhyun cebol itu saja yang mengarang
- ngarang ! Hyung pikir masalahku hanya itu saja hah !! Wajahku mengenaskan
begini bukan karena nilai ulangan !!" Taehyung mengeratkan pelukan pada
tas ranselnya. Takut kalau Baekhyun merebut tasnya dan mengambil kertas ulangan
yang sudah dia remas- remas itu.
"Dasar adik kurang ajar !! Aku sudah
tujuh-ratus-tiga-puluh hari lebih awal memakai oksigen di bumi ini, asal kau
tau saja !!" Baekhyun sedikit mendengus sebelum melanjutkan.
"Lalu karena apa ? Oh ya, wajahmu memang sudah
mengenaskan dari lahir. Hahahahahahaha " Baekhyun tertawa seolah - olah
Taehyung tidak ada di dekatnya.
Makhluk pendek sialan,
kalau kau bukan hyungku, mulutmu sudah kusumpal dengan kaus kaki ini.
Taehyung mengumpat dalam hati.
"Bukan urusanmu ! Sudahlah, Aku sudah cukup lelah dengan kehidupan
tingkat akhir sekolahku ! Aku mau tidur siang dulu !" Dengan bersungut -
sungut Taehyung kembali menyandang tasnya dan berlari ke lantai atas tempat
kamarnya berada.
Baekhyun baru saja akan menyusul Taehyung, tapi terhenti
saat Ia melihat kertas kusut yang jatuh dari tas Taehyung. Karena penasaran, Baekhyun
mengambilnya dan membuka lipatan kertas itu. Sebuah seringaian muncul di wajah
Baekhyun.
"Ibu, lihat ini.." Baekhyun memberikan kertas itu
pada Ibunya.
Satu...
Baekhyun menghitung dalam hati.
Dua...
Tiga...
"KIM TAEHYUNG !!Kau benar - benar tidak boleh keluar
dari rumah ini sampai hari kelulusanmu!!"
Oh,damn !!
Taehyung yang mendengar hal itu dari dalam kamarnya hanya
mampu membentur - benturkan kepalanya ke dinding.
***
"Ya tuhan !! Bagaimana bisa Aku pergi ke pesta ulang
tahun Junmyeon kalau kejadiannya seperti ini ?" Taehyung berguling - guling di atas tempat tidurnya.
Membuat suara deritan di ranjangnya semakin keras. Sebenarnya, saat ini Ia benar - benar lelah,
baik fisik maupun batinnya.
Lelah batin karena mendengarkan ocehan dari Ibu dan Ayahnya
sepanjang makan malam tadi berlangsung, membuatnya ingin cepat - cepat masuk ke
dalam kamarnya.
Lelah fisik karena tadi dia berusaha memberi pelajaran pada
hyungnya, namun hasilnya malah Taehyung yang babak belur. Ingatkan dia kalau
hyungnya itu juara Hapkido tingkat Senior
High School se-Seoul.
"Ini tidak bisa dibiarkan ! Aku harus meminta saran
dari salah satu temanku. Bagaimana caranya kabur dari rumah ya ?" Taehyung
mengambil ponselnya yang ada di atas meja belajar. Berpikir siapa yang sebaiknya
Ia telepon.
"Namjoon..Ah..Dia hanya akan menusukku dengan kata -
kata kejamnya. Oh Sehun ? Heh..sejak kapan dia becus saat orang lain meminta
pendapatnya. Jimin ? Ya !! Lebih baik Jimin." Taehyung langsung memencet
tombol hijau di ponselnya, menunggu beberapa saat, sampai suara cempreng
seseorang menyahutnya di seberang sana.
"Yeoboseyo ? Ada apa Kau meneleponku malam - malam
?" Jimin menyahut dengan suara malas.
"Waddup
chimchim !! Begini, bagaimana Aku
memulainya ya.." Belum sempat Taehyung melanjutkan perkataannya, Jimin
menyela tiba - tiba.
"Berhenti memanggilku dengan panggilan konyol itu
!!"
"Ayolah chimchim ! Itu panggilan kesayanganku untukmu
" Taehyung menaikturunkan alisnya, padahal toh, Jimin tidak akan bisa melihatnya.
"Panggilan kesayangan ? Aku ingin muntah mendengarnya.
Cepat saja, katakan apa yang ingin kau tanyakan "
"Ini masalah ulang tahun Joonmyeon." Nada suara
Taehyung berubah serius.
"Kau bingung memilih hadiahnya? Tidak usah bingung. Dia
sendiri yang bilang kalau dia tidak perlu hadiah."
"Bukan ! Aku bingung bagimana cara agar Aku bisa keluar
dari rumah. Tadi gara - gara Hyung cebolku itu, Ibu mengurungku di rumah sampai
pesta kelulusan."
"Apa !! Ooo..Poor
you tae !! Kau sial sekali."Jimin menjawab dengan sedikit ringisan.
"Yah...begitulah nasibku selama ini chimchim. Jadi, Kau
ada ide tidak ? "
Dan malam itu berakhir dengan Taehyung yang menelepon Jimin
selama satu jam untuk mendiskusikan cara agar dia dapat "kabur" dari rumah.
Keesokan harinya, Taehyung bangun pagi - pagi sekali. Dia
berniat pergi ke sekolah tanpa membangunkan penghuni rumahnya yang lain. Dia
benar - benar malas mendengarkan ocehan ayah dan ibunya. Belum lagi Ia harus
mendengar tawa menyebalkan Baekhyun.
Taehyung mengehela napas lega karena berhasil selamat
menuruni tangga. Belum sempat Ia bersyukur, anjing jantan milik Hyungnya Baekhyun menyalak
di bawah tangga. Kamar Baekhyun yang tepat ada di samping tangga pun langsung
terbuka.
"Sialan Kau chimchim ! Awas saja ! Kalau tidak ada
Baekhyun hyung, Aku akan membuangmu !" Taehyung berbisik ke arah anjing
itu.
Sebenarnya, Taehyung
memanggil Jimin dengan sebutan chimchim hanya untuk mengejeknya, suatu saat Ia
benar - benar ingin mengatakan kalau nama anjing hyungnya sama dengan nama
panggilan Jimin ke seluruh teman - temannya di sekolah.
"Apa yang kau lakukan pada anjing kesayanganku ?"
Baekhyun langsung menggendong anjingnya dan melihat Taehyung dengan tatapan
menuduh.
"Tadi aku hanya ingin mengelus kepalanya. Sudahlah
hyung, jangan berburuk sangka pada adikmu ini." Chimchim menggonggong
tanda tidak setuju.
"Sejak kapan Kau bangun sepagi ini untuk pergi sekolah
?" Baekhyun menatap taehyung yang sudah rapi dengan alis menyatu.
"Hyung sendiri ? Kenapa sepagi ini sudah rapi ?"
Taehyung membalikkan pertanyaan pada hyungnya.
"Aku ada kuliah pagi. Oh ya, setengah jam yang lalu
Ayah dan Ibu pergi ke Jeju untuk menjenguk temannya. Ayah dan Ibu pulang lusa nanti."
Baekhyun berkata sambil pergi ke dapur, Ia tidak sempat melihat seringaianTaehyung.
Baiklah, jadi satu -
satunya penghalangku, hanya makhluk cebol ini ! HUAHAHAHAHA. Taehyung
tertawa dalam hati.
***
Pukul tujuh setelah makan malam, Taehyung sudah siap dengan
kemeja biru polos dan celana jeans hitamnya. Ia menunggu waktu yang tepat untuk
melancarkan aksinya malam ini. Segala keperluan kaburnya seperti dompet,
ponsel, bahkan kunci scooter putihnya sudah Taehyung siapkan di atas meja.
Rencananya, Ia akan kabur setengah jam lagi. Tepat dua puluh menit sebelum
acara Joonmyeon dimulai.
"Ah, kenapa Aku mendadak gugup ya ?" Taehyung
berjalan mondar - mandir.
"Tenang Kim Taehyung, Kau pasti bisa !! Walapun ini pertama
kalinya kau mencoba kabur dari rumah..." Wajah Taehyung berubah pucat.
"Aaaaa...mungkin merebahkan diri sebentar bisa
membuatku merasa sedikit lebih baik." Taehyung menghempaskan tubuhnya ke
atas ranjang. Kasurnya berderit, keras sekali.
"Untung saja, Aku sudah meminta trik dari Jimin agar
membuat ranjang tidak berderit terlalu keras karena Aku bergerak di
atasnya" Kalau kau melihat Taehyung sekarang, Ia persis seperti orang gila
yang berbicara sendirian dengan teman khayalannya.
Taehyung melirik sekilas jam tangannya, pukul tujuh lebih tiga puluh menit.
"Baiklah, It's
showtime !!"
Tips chimchim : Kalau kau punya
masalah dengan ranjang berderit di kamarmu, jangan melakukan pergerakan yang
tiba - tiba saat kau bangkit. Bisa - bisa keluargamu tau kalau kau ingin kabur
dari rumah. Bergulinglah perlahan sampai ke ujung ranjang, turunkan kakimu satu
persatu dan voila!! Ranjangmu tidak akan berderit
"Wuah..Jimin memang berpengalaman !!"
Sebenarnya kalau dipikir - pikir, tingkah Taehyung benar -
benar berlebihan. Kamar Baekhyun saja ada di lantai bawah, jadi apa yang harus
dikhawatirkannya tentang ranjang yang berderit ? Hanya untuk berjaga - jaga
dalihnya.
Letakkan bantal gulingmu di tengah - tengah tempat tidur, lalu tutup
dengan selimut. Untuk efek yang lebih nyata, pasangkan rambut palsu yang kau
pakai di festival musim panas sekolah yang lalu pada bantal itu. Jadi, jika
Baekhyun hyung memeriksa kamarmu, Ia tidak akan curiga. Rambut palsu itu sangat
menolong. Aku jamin !!
"Perfect
sekali Kim Taehyung ! Jenius !! Benar - benar jenius !!" Taehyung
tersenyum saat melihat bantal guling yang diberi rambut palsu itu ternyata
benar - benar mirip manusia.
Setelah selesai mengurus bantal guling-dan-rambut-palsu, Taehyung
langsung mengambil semua perlengkapan kabur yang telah Ia siapkan di atas meja.
Dengan langkah hati - hati, Taehyung keluar dari kamarnya dan langsung mengunci
pintu.
Jangan bertindak gegabah dengan langsung turun ke lantai bawah.Lebih
baik, kau cek dulu situasi dari lantai atas, pertama: cek apakah hyung-mu
membuka pintu kamarnya atau tidak dengan cara melihat pantulan cahaya di sisi
tangga yang gelap. Kamar hyungmu benar - benar ada di samping tangga bukan
?"
Sepertinya keadaan
gelap, tidak ada cahaya yang terpatul. Taehyung berbicara dalam hati.
Sesampainya di ujung tangga, Ia melihat chimchim yang
bersiap - siap untuk menyalaknya.
Apa ? Selama ini yang kau katakan "panggilan kesayangan"
ternyata hanya karena kau ingin menyamakanku dengan anjing hyungmu ? Sialan kau
Taehyung ! Awas saja !! Aku akan membalasmu. Tapi, karena Aku sedang berbaik
hati pada jiwamu yang putus asa ini, aku akan tetap membantumu kabur. Kedua:
Jika kau melihat chimchim....awas saja kau nanti !! Aku masih kesal padamu.
Berikan dia makanan, anjing akan menganggapnya sebagai uang tutup mulut.
"Chimchim, hari ini kita akur ya ? Ayolah, Aku butuh
pertolonganmu. Kali ini saja, ya ya ya ?"
Taehyung berbisik - bisik pada
anjing jantan berwarna cokelat di hadapannya. Tapi sepertinya Chimchim tidak
mau bernegosiasi dengan Taehyung, Anjing itu malah mulai membuka mulutnya.
Dengan gerakan cepat, Taehyung memasukkan empat batang pocky rasa strawberry ke
dalam mulut Chimchim.
"Enak kan ? Aku janji akan sering - sering membelikanmu
ini, asal Kau mau tutup mulut. "
Chimchim melihat Taehyung selama beberapa saat sampai
akhirnya Ia melenggang pergi menjauhi Taehyung.
"Sedikit lagi Kim taehyung. Sedikit lagi, dan Kau akan
berjalan menuju pintu kebebasan. Hahahahaha..." Taehyung tertawa dengan
suara ditahan.
Berjalan beberapa langkah, dan Taehyung sampai di pintu
depan rumahnya. Dengan hati berdebar, Ia membuka pintu tersebut dan setelah
sampai di luar, Taehyung kembali menguncinya.
Taehyung tidak dapat menolak keinginannya untuk meloncat -
loncat kegirangan. Setelah euforianya sedikit mereda, Ia langsung berjalan
menuju garasi tempat scooter putihnya
berada.
"Setelah kau menghidupkan scootermu ini..kau akan bebas dari cengkraman tangan raja cebol
terkutuk itu." Taehyung mulai merogoh kantong celananya.
"Tunggu sebentar, bukannya aku memasukkan kunci ke
kantong depan celana ini ? Mungkin di kantong belakang."
Mendadak bulir - bulir keringat mulai berjatuhan dari
pelipis Taehyung.
...
...
...
"TIDAAAK !! KENAPA AKU MELUPAKAN KUNCINYA !!"
Taehyung berteriak - teriak di dalam garasi rumahnya.
"KIM TAEHYUNG !! JANGAN COBA - COBA MELANGKAHKAN KAKIMU
KELUAR DARI RUMAH INI" Suara Baekhyun menyahut teriakan Taehyung.
Oh,shit !
***
(a/n) : Huahahahaha..menurut gue cerita ini
terlalu absurd dan OOC. maafken.. Tapi daku menepati janji bukan ? Tepat satu
minggu setelah postingan sebelumnya gue akhirnya memposting seonggok ff ini. Ini
ff terpanjang yang pernah gue bikin. Oh ya ! As always...read and comment. Ketikan tangan anda sangat berharga bagi kami, penulis - penulis amatiran yang masih harus belajar. Sekarang kan bulan puasa, jadi apa salahnya berbuat baik dengan mengetik komentar ? Betul tidak ? so please, give me a comment, gue nggak bakalan marah kok kalau
komentarnya jelek, asalkan membangun.
XOXO, Sych

ahaha kesian Taehyung naas banget hidup kau nak....
BalasHapusoohh jd author bikin baek jd hyung tae toh,, *andaikan ini bneran
bingung mau komen apa ni thor lg blank kepala ane tapi ni ff kocak bgt sih menghibur!!!
hmmm....gaya bhs udh improve tapi kok aku ngerasa ini kurang keliatan klimaks nya yak?? hehe kesengsaraan tae harus lebih ditingkatkan(?) kayaknya deh
Kenapa dirimu selalu jadi anon ? Padahal gue tau lo siapa XD
HapusIya,coba Baekhyun sama Taehyung kakak adek beneran, pasti seru XD
Terimakasih dari lubuk hati terdalam untuk komentarnya, gue terhura :'')
Wkwkwk..kasian Taehyung kalo kesengsaraannya ditingkatkan, menjadi adek seorang cabe saja sudah sulit XD
sekali lagi arigatou ne buat komennya !!
holllaaa cip :B
BalasHapusakhirnya kesampaian juga ninggalin jejak disini mueheheheh
okeh plotnya udah bagus, lucunya dapet, apalagi polah tingkah si taehyung yang dumbass sekaliii
trus belum lagi sobatnya si jimin dengan saran"nya yang 'sangat berguna' wkwkwk
oh itu pocky sumpah! mana ada anjing pasrah aja dikasih pocky rasa stroberi ya ampun XD
awalnya sih nyangka si tae bakalan ngasih sosis atau apa gitu, eh ternyata... hahahaha XD
dan hyungnya itu loh, kalau punya kkak kayak dia itu serasa mau dibuang ke laut aja (e jangan ntar fansnya pada marah wks :B), masalahnya annoying sekali kalau punya kakak kayak begituan
endingnya semacam twist, nggak nyangka karena kepilonan si tae dia nggak berhasil escape dari pingit-an-nya wkwkwk
teknik(?) escapenya bisa di contoh tu, manatau perlu huahaha XD
no typos sih kayaknya, diksinya juga udah oke, cuma kurang deskripsi sih rasanya
trus pengembangan karakternya di tingkatin lagi yak?
semangat!! '0')/"
aduh nonsense sekaliii ini, maafkeun T^T
tpi kalau panjang" commentnya kan lebih berasa, yanggak? wkwkwk
rajin" posting ya cip??!!?
oke thx and byebye '0')/"
Cirip...cirip.... Keyenn dedek cukaaaa
BalasHapusOmg, wow.... Oh my kkaebsong..... Cum cum cummmmm :)
Njir..kak au malu - maluin aja sih..
HapusHush hush pergi sana --"